Kampanye Caketum Golkar: Mahyuddin Siap Jual Rumah, Setya Navanto 150 Kursi

Peserta Kampanye Caketum Golkar menjelang Munaslub, di Medan (foto-SB/01)
Peserta Kampanye Caketum Golkar menjelang Munaslub, di Medan (foto-SB/01)

Medan, (Sentralberita)-Kampanye Calon Ketua Umum Partai Golkar zona I Sumatera berlangsung, Minggu (8/5/) malam di Hotel Grand Angkasa Medan. Para calon menyampaikan visi misinya menjelang pelaksanaan Munaslub yang rencananya berlangsung pertenagahan bulan ini.

Diawali Ketua SC Munaslub Golkar yang juga Plt Ketua Golkar Sumut Nurdin khalid, Golkar telah siap melaksanakan Munaslub dan tak dibolehkan adanya money politik  calon dalam meraih suara di Munaslub.

Jika ada dan kedapatan, katanya, SC tidak akan bersikap tegas dan kini sebanyak delapan calon akan akan bertarung di Munaslub. Untuk mengawasi agar jangan terjadi manoey politik pihak panitia telah mrnyiapkan untuk itu.

“Sudah ada itu, ini bagian startegi kami yang tak mungkin diungkapkan secara terbuka,”ujarnya saat jupa pers dengan wartawan.

Dalam kampanyenya, Mahyuddin akan bertekad mengembalikan kejayaan Golkar. Dalam pelksanaan memarlukan dana yang cukup besar ddan dia akan beruapaya mendapatkannya.

“Saya adalah kader dari bawah, tak usahkan mencari dana dari luar, rumah pribadi saya pun siap dijual untuk membesarkan Golkar, karena Golkar ini telah menjadi idiologi saya,”ujarnya seraya mengaku beliau adalah calon yang mungkin sedikit dananya dibanding calon lain sesuai yang dilaporkan harta kekayaannya hanya miliaran ruapiah.

Tapi katanya, dana bukanlah segala-galanya, tapi dana adalah segalannya. Akbar Tanjung katanya dana sederhana untuk membesarkan partai, tapi berhasil membesarkan Golkar. Bang Akbar setiap ada kegiatan Golkar memberikan batuan dana, saya harus belajar padanya lebih banyak lagi,”ujar di hadapan Akbar Tanjung yang berhadir.

Selain itu, jika dia terpilih akan berupaya mengikis image bahwa Golkar sarangnya korupsi. Menurut Wakil Ketua MPR RI ini, pemilih akan meninggalkar Golkar jika korupsi tidak diberantas

Sementara Setya Novanto dalam kampanyenya bertekad menjadikan 150 kursi untuk DPRI yang kini jumlahnya menurun dari sebelumnya.

Untuk meraih hal tersebut, selain memerlukan dana Ketua Praksi DPR RI Partai Golkar yang sebelumnya Ketua DPR RI ini mengaku siang malam akan bekerja untuk Golkar.

“Saya akan turun ke bawah bahkan ke desa sekalipun dan sedikitpun tidak ada terniat jabatan lain selain membesarkan partai Golkar. Apalagi misalnya sebagai calon presiden, tak ada niat sedikitpu,”ujarnya menjawab pertanyaan salah seorang peserta.

Kampanye caketum tersebut sempat diwarna aksi demo puluhan massa yang berlangsung di luar sidang.

Massa yang mengatasnamakan Front Rakyat Pemantauan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia Sumatera Utara (FRPD RI SU) berorasi di depan hotel Grand Angkasa saat berlangsungnya acara.

Menurt Nurdin Khalid biasalah terjadi riak-riak kecil. Saat proses demokrasi sedang berjalan, siapapun dengan leluasi melakukan unjuk rasa termasuk Golkar,katanya. (SB/01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.