Menggali Potensi Kader Pemuda Melalui PPAN

husni lubis santaiMedan, (Sentralberita)- Pemuda yang diidentikkan dengan kaum muda  merupakan generasi bangsa akan menentukan perubahan-perubahan dimasaakan datang. Kehidupannya berdiri direntang masa kanak-kanak dan masa dewasa, jiwanya bersifat labil.

Pengalaman sangat penting dalam menunjang kemajuan pola pikir menuju kedewasaan dan kemandiirinnya. Pola pikir reatif inovatif dan korporatif (kerjasama”dalam hal baik”) harus ditanamkan pada diri pemuda.

Karena itu  sejak dini pontensi pemuda harus digali dan diberdayakan, agar harapan  yang dibutuhkan dari pemuda untuk bisa merubah keadaan kearah yang lebih baik  bisa terwujud,  paling tidak,  tidak merusak tatanan yang telah ada.

Lebih-lebih  pemuda saat ini mengalami persolaan seperti menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme,  Adanya kekurangpastian masa depannya, belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, kurangnya lapangan dan kesempatan kerja, pergaulan bebas dan lain sebagainya.

Program PPAN

Kemenpora RI  melalui programnya  Pertukaran Pemuda Antar Negara  (PPAN) kembali “memasarkan produknya”  di tahun 2016 ini sebagai ajang untuk menggali  potensi kader pemuda di daerah dan potensi kader  pemuda nasional  melalui kerjasama internasional. Tujuannya tak lain dalam rangka rangka membangun kepemudaan daerah dan nasional.

Tahun  2016 ini empat  negara yang dituju pemuda Indonesia,  yakni pemegangan pemuda Indonesia Australia (PPIA) 21-25 tahun, Kerjasama Pertukaran Pemuda Indonesia  Malaysia (PPIM) 23-27 tahun, Pemagangan Pemuda Indonesia Korea Selatan (PPIKor) 18-24 tahun, Pemagangan Pemuda Indonesia Tiongkok (PPIT) 20-30 tahun, Asean Student Visit India (ASVI): Mahasiswa usia 19-24 tahun, Ship for Southeast Asian  and Japanese Youth Program SSEAYP) 20-30 tahun.

Untuk penjaringan pemuda yang bakal jadi duta Indonesia di empt negara tersebut dilakukan seleksi di seluruh Indonesia. Sumatera Utara melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara dinilai Ketua PCMI Sumut Khairul Mahadi merupakan  terbesar mendaftar 399 orang dan mengikuti seleksi 249 orang yang dilaksanakan di Asrama Haji 13 April lalu..Dominasi delapan  besar yang lulus seleksi provinsi diserta nilai dari masing-masing program pertukaran akan dikirim ke tingkat nasional..

Kadispora Sumut Baharuddin Siagian tim penyeleksi dan panitia seleksi agar benar-benar  selektif menyeleksi yang berkualitas, karena mereka nanti akan menjadi duta Sumut di tingkat nasional negara yang dikunjungi.

“Saya mengingatkan kepada tim penyeksi dan panitia seleksi jangan ada yang meluluskan karena ada pesan memesan”ujarnya memberikan sambutan pada pembukaan seleksi.

Seleksi katanya untuk memenuhi  program nasional Kemenpora RI dalam  membangun potensi kader di daerah dan nasional berwawasan internasional. Melalui program PPAN nantinya, pemuda dapat melatih diri berwasan internasional dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam persaingan global.

Melalui program ini juga tambahnya,  para peserta selain akan menumbuhkembangkan semangat kebangsaan dan kedisiplinan, juga menanamkan semangat bersilaturrahmi dan saling tukar menukar pengalaman antar sesama peserta dari berbagai negara tujuan masing-masing.

“Hal penting dari  program ini  adalah memberikan peluang yang seluas-luasnya dan kebebasan mengorganisasikan diri pemuda . Peluang dan kebebasan tersebut diharapkan dapat dijadikan wahana pendewasaan sebagai calon pemimpin yang beriman dan berakhlak mulia, patriotis untuk mengisi kemerdekaan sekaligus meneruskan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia,” tegas Siagian (Husni Lubis)

 

 

 

.

.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.