Priyo Budi Santoso: Golkar Keteteran Membangun Kekuatan Figur

Priyi Budi Santoso, sosok muda Golkar yang berpengalaman di parlemen (foto-SB/dok)
Priyi Budi Santoso, sosok muda Golkar yang berpengalaman di parlemen (foto-SB/dok)

Medan,  (Sentralberita)- Drs H Priyo Budi Santoso, MAP salah seorang bakal calon Munas partai Golkar yang rencananya berlangsung dalam waktu dekat ini mengungkapkan, tahun 2019 akan dilangsungkan pemilu presiden dan legislatif serentak. Dengan demikian, partai Golkar  akan berhadapan dengan ’ keguatan figur’.

“Kita sering menang dalam pemilu legislatif tapi selalu ‘tidak beruntung’ dalam pilpres. Partai Golkar selalu hebat membangun mesin politik, tapi keteteran dalam membangun ‘kekuatan figur’ potensial yang ‘ layak jual’, sehingga sering gagal merebut kembali tampuk kepemiminan nasional,”ujarnya dalam silaturrahmi dengan DPD I dan DPD II Golkar se-Sumut, Kamis (3/2/2016) malam di Hotel Cambridge Medan.

Diantar Sekretaris Golkar Sumut Sodrul Fuad dan dilanjutkan Plt Golkar Sumut Nurdin Halid yang mempersilakan setiap calon mensosialisasikan diri dengan Golkar se-Sumatera Utara, Mas Priyo-panggilan akrabanya-mengaku pemilu 2019 merupakan ‘ajang uji nyali bagi partai Golkar untuk mempersiapkan kader terbaiknya menghadapi pilpres.

“Kita harus rebut kesuksesan dalam pemilu, baik pemilu kepala daerah, pemilu legislatif maupun pemilu presuden,” ujarnya seraya mengungkapkan, jika terpilih menjadi Ketum Golkar  akan menggunakan seluruh kemampuan untuk menggerakkan elemen dan mesin partai.

Priyo Budi Santoso  yang sudah berkiprah 17 tahun di parlemen yang kini berusia 48 tahun merasa mampu menciptakan arah baru Golkar misalnya denga menciptakan generasi pemilih baru yang pada pemilu 2014 ada sekitar 14 juta generasi pemilih baru.

“Mereka adalah generasi baru yang tidak pernah merasakan sedikitpun era sebelum reformasi,”jelasnya seraya mengaku jaringan tradsinal  Golkar seperti ‘ABG’ dan Tri Karya (MKGR, Kosgoro dan Soksi )dan lainnya tetap menjadi kekuatan yang harus terus dikembangkan, karena sejak reformasi bergulir, energi kekuatan ‘ABG’ itu tidak lagi terkelola dengan maksimal,ungkapnya. (SB/01)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.