Pembuatan Perda Dinilai Minim Kajian Akademik

DRD audiensi bersama Ketua DPRd Medan (Foto-ist)
DRD audiensi bersama Ketua DPRd Medan (Foto-ist)

Medan, (Sentralberita)- Lahirnya sebuah Peraturan Daerah (Perda) dan program pembangunan di kota Medan dinilai masih minim kajian akademik. Sehingga, sering Perda dan pembangunan menimbulkan masalah baru bahkan tambal sulam. Seharusnya seluruh pembuatan perda dan pelaksanaan pembangunan harus didasari kajian ilmiah agar tidak menimbulkan kerawanan baru.

 
Penilaian ini dicetuskan Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Medan Prof Dr Syawal Gultom  dan Dr Agussani, MAP ( Rektor UMSU) didampingi Kepala Baitbang Kota Medan Drs Hasan Basri ketika beraudensi ke Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SH di kantor DPRD Medan, Selasa (29/3). Kehadiran puluhan pengurus  DRD dari gabungan berbagai jurusan dan disiplin ilmu untuk berdiskusi sebagai mitra konsultatif Pemko Medan dan memberikan masukan sehubungan dengan pembangunan perkembangan kota Medan ke depan.  
 
“Kami siap bekerjasama dengan Pemko dan DPRD Medan meningkatkan pembangunan kota Medan. Untuk itu kami siap berkontribusi melakukan kajian ilmiah. Karena untuk menciptakan pembangunan yang berkualitas, tidak terlepas dari dukungan politisi dan akademisi. Regulasi, sumber daya manusia (SDM) serta politik harus menjadi satu kesatuan”, ujar Syawal Gultom yang juga menjabat Rektor Unimed ini.
 
Menurut Syahwal, selama ini kerjasama antara politik dan akademik dinilai belum dilakukan sepenuhnya. Sehingga ke depan, pihaknya siap memberi masukan serta mengkaji melalui riset arah dan prioritas program pembangunan. “Seperti, potensi Medan itu apa, sekarang dan 10 tahun mendatang apa yang tepat dikembangkan. Sehingga terwujudnya kota Medan masa depan,” terang Syahwal.
 
Ditambahkan Syahwal, sebagai konsep awal menuju kota Medan menjadi kota nyaman yakni bersih, tidak banjir, tidak macet serta perbaikan peningkatan pelayanan publik. Ikon demikian akan menjadi pintu masuk investor ke kota Medan.
 
Masih dalam suasana diskusi, Wakil Ketua DRD Drs Hasan Basri DRD juga menyampaikan berdasarkan kajian pihak DRD maka perlu dibuat Perda Pendidikan agar mutu pendidikan di Medan menjadi lebih baik. Karena harus melalui dasar hukum lah segala sesuatunya dapat dilakukan. Ditambahkan Drs Hasan Basri, piahknya tetap menyusun arah prioritas serta kerangka kebijakan bidang iptek dan evaluasi terkait kinerja penyelenggaraan pemerintahan kota Medan.     
 
         
Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung menyampaikan terimakasih atas kunjungan dan tawaran yang disampaikan DRD. Henry sangat mengapresiasi ide dan masukan serta pemikiran yang sangat cemerlang terkait kajhian ilmiah. Ke depan DRD diharapkan dapat memberiksan kontribusi yang positif sehingga kota Medan dapat lebih bagus
 
Medan, (Sentralberita)-Lahirnya sebuah Peraturan Daerah (Perda) dan program pembangunan di kota Medan dinilai masih minim kajian akademik. Sehingga, sering Perda dan pembangunan menimbulkan masalah baru bahkan tambal sulam. Seharusnya seluruh pembuatan perda dan pelaksanaan pembangunan harus didasari kajian ilmiah agar tidak menimbulkan kerawanan baru.
 
Penilaian ini dicetuskan Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Medan Prof Dr Syawal Gultom didampingi Kepala Baitbang Kota Medan Drs Hasan Basri ketika beraudensi ke Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SH di kantor DPRD Medan, Selasa (29/3). Kehadiran puluhan pengurus  DRD dari gabungan berbagai jurusan dan disiplin ilmu untuk berdiskusi sebagai mitra konsultatif Pemko Medan dan memberikan masukan sehubungan dengan pembangunan perkembangan kota Medan ke depan.  
 
“Kami siap bekerjasama dengan Pemko dan DPRD Medan meningkatkan pembangunan kota Medan. Untuk itu kami siap berkontribusi melakukan kajian ilmiah. Karena untuk menciptakan pembangunan yang berkualitas, tidak terlepas dari dukungan politisi dan akademisi. Regulasi, sumber daya manusia (SDM) serta politik harus menjadi satu kesatuan”, ujar Syawal Gultom yang juga menjabat Rektor Unimed ini.
 
Menurut Syahwal, selama ini kerjasama antara politik dan akademik dinilai belum dilakukan sepenuhnya. Sehingga ke depan, pihaknya siap memberi masukan serta mengkaji melalui riset arah dan prioritas program pembangunan. “Seperti, potensi Medan itu apa, sekarang dan 10 tahun mendatang apa yang tepat dikembangkan. Sehingga terwujudnya kota Medan masa depan,” terang Syahwal.
 
Ditambahkan Syahwal, sebagai konsep awal menuju kota Medan menjadi kota nyaman yakni bersih, tidak banjir, tidak macet serta perbaikan peningkatan pelayanan publik. Ikon demikian akan menjadi pintu masuk investor ke kota Medan.
 
Masih dalam suasana diskusi, Wakil Ketua DRD Drs Hasan Basri DRD juga menyampaikan berdasarkan kajian pihak DRD maka perlu dibuat Perda Pendidikan agar mutu pendidikan di Medan menjadi lebih baik. Karena harus melalui dasar hukum lah segala sesuatunya dapat dilakukan. Ditambahkan Drs Hasan Basri, piahknya tetap menyusun arah prioritas serta kerangka kebijakan bidang iptek dan evaluasi terkait kinerja penyelenggaraan pemerintahan kota Medan.     
 
Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung menyampaikan terimakasih atas kunjungan dan tawaran yang disampaikan DRD. Henry sangat mengapresiasi ide dan masukan serta pemikiran yang sangat cemerlang terkait kajhian ilmiah. Ke depan DRD diharapkan dapat memberiksan kontribusi yang positif sehingga kota Medan dapat lebih bagus