Penggunaan Uang Elektronik di Sumut Meningkat

All-focus

sentralberita|Medan~Pada bulan November 2019, total uang elektronik (UE) yang beredar di Sumatera Utara sebanyak 2,32 juta UE, dengan pangsa terbesar sebanyak 61 persen UE berada di Kota Medan, disusul Deli Serdang, Binjai dan Pematangsiantar. Jumlah ini meningkat dari Oktober 2019 yang hanya 2,11 juta UE.

“Penggunaan uang elektronik di Sumatera Utara terus mengalami peningkatan,” tegas Wiwiek Sisto Widayat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara kepada wartawan di kantornya Jumat (10/1/2020).

Ia menjelaskan mayoritas UE yang beredar merupakan 79 persen server-based dan 53 persen UE registered. Dari sisi volume transaksi UE, pada bulan November 2019 terjadi peningkatan yang cukup signifikan sebesar 22,18 persen (mtm) dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut diprediksi disebabkan oleh semakin tingginya persaingan promo antar pemain UE,” ungkapnya.

Dari sisi perkembangan agen, jelas dia, jumlah agen LKD (Layanan Keuangan Digital) meningkat dari 15.661 pada bulan Oktober 2019 menjadi 18.021 pada bulan November 2019. Namun dari sisi transaksi, nominal transaksi melalui agen LKD di bulan November 2019 mengalami sedikit penurunan menjadi 1,0 T dari 1,07 T pada bulan sebelumnya. Mayoritas transaksi adalah Transfer dan Payment (52 persen) diikuti Top up (47 persen).

Sementara, sambungnya, jumlah pengguna kartu ATM mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya dikarenakan preferensi masyarakat yang cenderung beralih ke mobile banking. Sedangkan jumlah Kartu ATM/D dan Kartu Kredit masih terus meningkat. “Peningkatan jumlah kartu kredit diakibatkan oleh banyaknya perbankan yang memanfaatkan momen menjelang Natal dan Tahun Baru untuk mengintensifkan pemasaran produk kartu kredit,” tutur dia.

Dari sisi nominal transaksi, kata Wiwiek, kartu ATM/D pada bulan November 2019 mengalami penurunan sebesar 2,84 persen (mtm). Begitu juga dengan transaksi kartu kredit yang mengalami sedikit penurunan sebesar 1,79 persen (mtm) meskipun bila dilihat secara tahunan tetap mengalami pertumbuhan sebesar 2,63 persen (yoy).

Dijelaskanya, untuk mendorong penggunaan sistem pembayaran non tunai, BI akan mensosialisasikan kewajiban penggunaan QRIS untuk seluruh pembayaran melalui kanal QR Code di Indonesia terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020. QRIS (QR Code Indonesia Standard) adalah standar QR Code pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Kegiatan bertajuk Digi-Fest Sumut 2020 ini, merupakan upaya serta memperkenalkan inovasi teknologi dan layanan digital yang telah tersedia di Sumut. “Target kegiatan ini adalah warga millenial, pelajar, mahasiswa, akademisi serta pelaku usaha,” (SB/Wie)

Comments