Bupati Zahir dan Gubsu Tanam Cabai dan Bawang di Batubara

sentralberita|Medan~Bupati Batu Bara Ir H Zahir M.AP dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bersama Kapolres AKBP Ikhwan Lubis, SH, MH, anggota DPRD Andi Lestari, Kadis Pertanian Ridwan SP, M.Agric, Kadis PMD Radiansyah, SSTP dan Dirut PT Perkebunan Sumatera Utara tanam cabai dan bawang merah di Perkebunan Sumatera Utara Batu Bara 14/01.

Lahan PT Perkebunan Sumut yang berlokasi di Desa Laut Tador ini merupakan lahan seluas 2 Ha yang sangat baik untuk mengembangkan cabai merah dan bawang merah serta nantinya diharapkan dapat membantu menekan inflasi yang diakibatkan tingginya harga cabai merah di Kab. Batu Bara, umumnya di Sumatera Utara kata Zahir di lokasi penanaman cabai dan bawang merah sebagai tanam perdana.

Zahir mengatakan, di Kabupaten Batu Bara ini mendapatkan bantuan melalui program pengembangan kawasan cabai merah 85 Ha dan bawang merah 35 Ha dari APBD provinsi Sumut, Ini salah satu sumber peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pendapatan bagi petani cabai dan bawang merah di Kabupaten Batu Bara ujarnya.

Direktur Utama PT Perkebunan Sumatera Utara, Ir Gazali Arief mengatakan, kita melihat selama ini luasan lahan kita banyak tapi produktifitasnya kurang baik. Jadi kami ingin memberikan contoh bagaimana pola budidaya dan pengembangam cabai dan bawang. Semoga nanti dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Holtikultura bisa belerjasama untuk menjadikan wilayah ini sebagai tempat training pelatihan penyuluh khususnya cabai merah dan bawang merah.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan mengapa di Kabupaten Batu Bara ini dinilai dari petaninya? karena di Kabupaten Batu Bara ini adalah salah satu Kabupaten yang prositas petani dari tanahnya subur. Kapan lagi kita berbuat. Apa yang bisa kita buat. Tadi disampaikan bapak bupati betul adanya. Batu Bara ini menjadi kawasan ekonomi khusus.

“Ayo la. Tuhan memberikan tanah yang subur seperti ini”.

Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke desa lubuk cuik. Saya lihat ada 600 hektar sepanjang mata memandang, cabai semua. Sayangnya, pemilik kebun itu pinjam uangnya menggadaikan surat tanah. Untuk itu saya sampaikan jangan ada lagi para petani meminjam uang ke rentenir.

Edy juga mengatakan kepada pihak koperasi Provsu apa yang biasa kau buat di Batu Bara ini, agar petani tidak lagi meminjam uang ke rentenir, ujar Edy.

Dari itu Cold Storage harus diatur. Bila perlu pohon karet ini dibabat semuanya. Itu pun harus kita lihat apabila tak menghasilkan produksi lagi, “mengapa tidak” .

Selanjutnya Edy mendengar ada bicara tentang ternak sapi dan kambing. Edy juga menyampaikan kisah saat di Malaysia pada lebaran kemarin, saya ditantang dari malaysia, Pak Edy kami butuh 5.000 ekor kambing. Dengan gaya saya bilang boleh. Gitu saya balek kanan, saya bertanya kepada kepala desa dan tanya kepada rakyat, dan sampai sekarang tak nyampek nyampek. Ternyata tidak ada kambingnya rakyat Sumut ini mencapai 5.000 ekor. Begitu lahan cukup luas. Ekspor kita ke Malaysia lebih kecil dari pada impor.

Dan saya berharap mari kita bergandengan tangan,untuk mewujudkan cita-cita ini sebagai amanah rakyat. Disamping itu juga untuk edukasi pembelajaran mengembangkan cabai merah dan bawang merah. Ini sangat berpengaruh terhadap angka inflasi di Sumatera Utara.

Kitakan pemakan cabai yang banyak pemakan bawang yang banyak. Maka perkebunan ini akan memberikan pembelajaran sebagai edukasi bagi para petani. Tanah dibatubara cukup subur. Kalau dikelola dengan baik apa yang dihasilkan nanti, ujar Edy akhir pidatonya .

Acara yang dihadiri Wabup Oky Iqbal Prima, Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis, Ketua Puskopad Kodam 1 BB Kolonel Inf Suryo Suprapto, anggota DPRD Batubara Andi Lestari,(SB/01/Diu)

Comments