Akhyar Imlek di Dua Kediaman Tokoh Tinghoa, Semuanya Bersatu dalam Keharmonisan di Medan

sentralberita | Medan~Plt Walikota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi turut merayakan tahun baru Imlek 2571 atau tahun 2020 dengan mendatangi rumah dua tokoh Tionghoa di Sumut.

Kedua tokoh yang didatangi Akhyar Nasution adalah kediaman pribadi Ketua Walubi Sumut, dr Indra Wahidin dan anggota DPR RI, dr Sofyan Tan.

Pada perayaan tahun baru Imlek di kediaman dr Indra Wahidin di Komplek Setia Budi Indah Blok D No. 9, Medan, pada Sabtu (25/1/2020).

“Kita semua berkumpul di sini, warga dan tokoh-tokoh Kota Medan dan Sumut, sebagai bagian bahwa Kota Medan adalah kota yang beragam, semuanya bersatu dalam keharmonisan yang sangat luar biasa, semuanya bersaudara, semuanya bersahabat. Inilah Kota Medan, kota yang multikultural, namun hidup dalam suatu harmoni yang sangat luar biasa,” ujar Akhyar.

Usai berdialog informal dengan para tokoh dan dr Indra Wahidin, Akhyar menyampaikan, perayaan Imlek yang dilaksanakan di salah satu rumah tokoh Tionghoa, dr Indra Wahidin merupakan keberagaman dari Kota Medan.

“Kita saling menghargai toleransi untuk membangun Sumatera Utara. Pada kesempatan ini kita bersama-sama saling berbahagia dalam menyambut tahun baru Imlek. Semoga ke depan Sumatera Utara akan lebih maju, dengan kebersamaan ini, dengan penuh semangat, kita membangun Sumatera Utara menjadi Sumatera Utara Bermartabat,” tandasnya.

Di tempat terpisah, pada perayaan tahun baru Imlek yang digelar dr Sofyan Tan, Minggu (26/1/2020) di halaman Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Jalan Sunggal Gang Bakul, Medan Sunggal.

Di kediaman dr Sofyan Tan, Akhyar bertemu Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Ketua DPRD Medan Hasyim SE serta sejumlah fungsionaris DPD PDI P Sumut dan Medan.

Kepada wartawan, Akhyar menyampaikan, terima kasih kepada seluruh warga Kota Medan.

“Hari ini kita menghadiri perayaan Imlek di kediaman Dr Sofyan Tan. Terimakasih kepada seluruh warga Medan siapapun dia. Perayaan Imlek ini berjalan aman, lancar, damai. Ini menunjukkan bahwa Kota Medan benar-benar kota yang multikultural, yang rakyatnya hidup harmonis, damai dan saling menghormati,” ujar Akhyar.

Untuk itu, dirinya meminta kepada seluruh warga Medan agar kebersamaan, toleransi dan saling menghargai agar terus diperlihara dengan baik dan ditingkatkan lagi.

“Ini harus kita tingkatkan, kita pelihara, karena inilah sesungguhnya kekayaan kita yang sangat luar biasa,” terangnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Sofyan Tan menjelaskan, perayaan Imlek merupakan salah satu hari besar agama yang dirayakan oleh pemerintah RI. Artinya, pengakuan ini sekaligus juga masyarakat melakukan silaturahmi antar suka agama yang berjalan pada hari ini. Ini merupakan pembuktian bahwa Medan tidak mempersoalkan suku, ras dan agama dalam pergaulan.

“Pesan saya, jaga rasa persatuan ini, jaga toleransi antar umat beragama, karena kita ini bangsa yang penuh toleransi karena sejak awal, Republik Indonesia ini bersifat gotong royong, kemudian diwujudkan dengan Pancasila, tentunya nilai gotong royong yang diamanatkan dalam ideologi tidak hanya di bibir saja, tapi diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan ini, untuk kesekian kalinya, bahwa itu bisa dilakukan di Kota Medan,” tukasnya.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Mantan Pangkostrad ini menyampaikan, warga Sumatera Utara sangat menghargai sebuah toleransi.

Hadir bersamaan di kediaman Ketua Walubi Sumut, diantaranya Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, mantan Gubsu Erry Nuradi, sejumlah tokoh masyarakat seperti Ketua DPD PDI Sumut Japorman Saragih, anggota DPRD Medan Wong Cun Shen dan KH Zulfikar Hajar serta sejumlah tokoh lainnya.(SB/01/Ris)