Hari Bakti PU ke-74, Edy Rahmayadi Harapkan Sinergi Membangun Sumut Terus Berlanjut

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menghadiri sekaligus menjadi inspektur upacara Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-74, di Lapangan Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumut, Jalan Sakti Lubis, Medan, Selasa (3/12). Turut hadir Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah. (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu : Veri Ardian)

Sentralberita|MEDAN – Pembangunan tidak bisa diwujudkan oleh satu pihak saja, namun harus dilakukan bersinergi dengan semua instansi hingga masyarakat. Apalagi beberapa tahun ke depan ada sejumlah rencana pembangunan yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi usai menjadi inspektur upacara Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-74, di Lapangan Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumut, Jalan Sakti Lubis, Medan, Selasa (3/12). Turut hadir Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

Menurut Gubernur, dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sangat dibutuhkan untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah ini. “Kita harapkan, dalam momentum hari bakti ini, PUPR terus bersama-sama Pemprov Sumut bersinergi membangun demi mewujudkan kesejahteraan di Sumut,” katanya.

Gubernur juga mengapresiasi PUPR yang telah melakukan kerja keras untuk kesejahteraan rakyat. “Hari Bakti PU ke-74 ini introspeksi diri, bagaimana PUPR bekerja keras menjalankan amanah rakyat yang tujuannya adalah kesejahteraan,” kata Edy Rahmayadi.

Sebelumnya, saat menjadi inspektur upacara, Gubernur membacakan pidato Presiden Joko Widodo. Antara lain disampaikan, sinergi sangat berpengaruh besar dalam kesuksesan agenda pembangunan. Karena itu, diminta jajaran pemerintah pusat hingga daerah melanjutkan pengembangan konektivitas infrastruktur. Seperti infrastruktur jalan tol, kawasan wisata, sentra produksi, industri, logistik, pelabuhan harus tersambung.

“Konektivitas tidak akan terwujud tanpa sinergi dalam pemerintahan, diminta seluruh jajaran pemerintah untuk bersinergi, mulai dari pusat sampai daerah,” sebutnya.

Dalam 5 tahun ke depan, katanya, Indonesia akan melanjutkan pembangunan 60 bendungan, 1000 embung, 500.000 hektare jaringan irigasi baru, 2.500 km jalan tol dan 60.000 km jalan baru. Juga akan ditingkatkan akses masyarakat terhadap air minum layak menjadi 90 %, akses sanitasi dan persampahan mejadi 80 %. Program sejuta rumah, khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah, juga akan dilanjutkan.

Tidak hanya itu, pembangunan infrastruktur 5 destinasi wisata prioritas ditargetkan selesai tahun 2020.  Di antaranya adalah Kawasan Danau Toba di Sumut, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Manado-Likupang di Sulawesi Utara.

Sementara itu, mengenai pembangunan jalan di Sumut, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut Effendy Pohan mengatakan Pemprov Sumut telah membangun hampir 100 km jalan pada tahun 2019. “Pembangunan jalan terbagi ke dalam beberapa wilayah, seperti pantai barat, pantai timur, dataran tinggi dan kepulauan Nias, semua wilayah tersebut mendapat porsinya sesuai kebutuhannya masing-masing,” kata Effendy.

Turut hadir Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumut Ida Mariana, para ASN dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut. (SB/01)

Comments