USAID Tingkatkan Anggaran Untuk Program Pembangunan di Indonesia

Deputi Administrator USAID Bonnie Glick bertemu dengan Mohammad Al-Arief, Staf Ahli Menkeu RI di kantor Badan Kebijakan Fiskal, Kemenkeu Jakarta Selasa (12/11/2019).

sentralberita|Jakarta~Pada Jumat lalu, Deputi Administrator Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) Bonnie Glick bertemu dengan Mohammad Al-Arief, Staf Ahli Menteri Keuangan Republik Indonesia di kantor Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan.

Siaran pers yang diterima dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta Selasa (12/11/2019) mengatakan dalam pertemuan tersebut, Deputi Administrator (DA) Glick memperkuat komitmen USAID untuk mendukung pembangunan Indonesia dan mengumumkan anggaran Tahun Fiskal USAID Indonesia 2019 sebesar 93 juta dolar AS, naik 3 juta dolar AS dari tahun fiskal sebelumnya.

Pendanaan ini akan mendukung program yang sedang berlangsung maupun yang akan datang di bidang tata kelola pemerintahan, keamanan lingkungan, pendidikan tinggi dan penelitian, pertumbuhan ekonomi, dan kesehatan.

Deputi Administrator Glick menyatakan dalam pertemuan tersebut: “Di USAID, prinsip kami adalah bahwa kami bekerja dengan negara-negara lain dalam perjalanan pembangunan menuju kemandirian. Untuk Indonesia, kami menyediakan dana sebesar 90 juta dolar AS tahun lalu, dan tahun ini, pendanaan dari kami akan menjadi 93 juta dolar AS. Tujuan kami selanjutnya adalah menemukan cara bekerja sama melalui IndoAID dalam membangun kapasitas Indonesia sebagai pemimpin global.

Kementerian Keuangan adalah salah satu mitra utama USAID dan memainkan peran penting dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di berbagai bidang yang menjadi prioritas bersama antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Staf Ahli Al-Arief mencatat kemitraan bersejarah antara Amerika Serikat dan Indonesia dan bahwa Indonesia berupaya meningkatkan pengelolaan keuangan publik dan administrasi pajak. Sepertiga anggaran nasional Indonesia dialokasikan untuk transfer fiskal ke lebih dari 540 pemerintah kabupaten/kota di 34 provinsi.

Pengelolaan keuangan publik adalah kunci untuk memastikan bahwa pajak dikumpulkan dan dibelanjakan secara efisien. Bersama dengan Pemerintah Indonesia, USAID merancang strategi kerja sama pembangunan lima tahun berikutnya (2021-2026) yang bertujuan untuk mendukung visi Indonesia menuju kemandirian dengan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pengelolaan keuangan publik.

Sebelum berkunjung ke Indonesia, pada 4 November, DA Glick berpartisipasi dalam Forum Bisnis Indo-Pasifik di Bangkok, Thailand, di mana ia mencatat kemitraan USAID yang terus berkembang di negara-negara Indo-Pasifik (termasuk Indonesia) di bidang energi, infrastruktur, konektivitas digital, perdagangan, dan kegiatan ekonomi lainnya.(SB/wie)

Comments