Silaturrahim Alumni: Fokal IMM ke Depan Harus Perbanyak Jalinan Kerjasama

Pembicara memberikan pandangannya dan pengalamanya bagi ke kekuatan Fokal IMM ke depan pada silaturrahmi alumni IMM Sumut ke depan (SB/F/01).

sentralberita|Medan~Koordinator Wilayah Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Sumut melaksanakan “Silaturrahmi Alumni, Kosolidasi Organisasi dan Dialog Kebangsaan” dengan pembicara Prof. Faisal Ananda Arta, AKBP Dr. Jarnawi HS Tanjung, MH dan Edi Saputra, ST, Rabu (27/11/2019) di Hotel Madani Medan.

Dengan tema “Hubungan Muhammadiyah dengan Kekuasaan; Refleksi Masa Lalu, Perspektif dan Prospek Masa Depan”Kegiatan yang dilaksanakan untuk memepererat kekeluargaan para alumni IMM yang diketuai Sahlan Marpaung itu dihadiri pengurus Fokal IMM kabupaten/kota se-Sumatera Utara serta pengurus Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sumut.

Saat memberikan sambutan pembukaan, Ketua Umum FOKAL IMM Sumut Drs Sahlan Marpaung mengatakan tujuan diselenggarakan kegiatan untuk jalinan silaturrahim diaantara alumni IMM Sumut dan juga secara struktural untuk memperkuat konsolidasi di antara pengurus Fokal IMM Sumut.

Ketua Fokal IMM Sumut Sahlan Marpaung memberikan sambutan

Sebagai ajang silaturrahmi, Ketua Fokal IMM Sumut ini mempersilakan secara terbuka menyampaikan pikiran-pikiran cemerlangnya, termasuk kepada pembicara untuk mengungkapkan pandangan-pangadan dan pengalaman-pengalamannya secara taransparan untuk menjadi bahan masukan bagi Fokal IMM Sumut menguatkan eksistensi Fokal IMM Sumut ke depannya.

Sahlan berharap, FOKAL IMM yang dipimpinnya bisa senantiasa menjadi wadah yang memberi manfaat dan kemaslahatan, baik secara internal kepada anggota dan perserikatan, maupun secara eksternal kepada bangsa dan negara.

Karena itu, ia menghimbau menghimbau kepada seluruh anggota Fokal IMM untuk bisa selalu saling mendukung dan membesarkan sesama alumni, dimanapun dan kapanpun juga.

“Kalau sekarang di antara kita sedang di atas, maka bantulah kawan-kawan yang masih berada di bawah,” harapnya

Muhammadiyah, katanya,lahir sebelum republik Indonesia merdeka.Sampai hari ini, Muhammadiyah masih tetap eksis dan terus memberikan kontribusi pencerahan demi kemajuan negeri.

Saat ini banyak pihak yang mengapresiasi dan memuji kiprah Muhammadiyah sebagai ormas Islam yang memiliki ribuaan amal usaha di seluruh Indonesia, mulai dari sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan dan sebaginya.

Namun apa yang sudah diraih itu tidak membuat keluarga besar Muhammadiyah jumawa, lengah dan lupa daratan. Sebab, menurutnya, kedepan tantangan eksistensi Muhammadiyah tidak kalah beratnya, terutama dalam konteks politik kebangsaan.

Kedepan Muhammadiyah dituntut untuk tetap mampu memainkan perannya secara cerdas dan elegan dalam konstelasi politik kebangsaan Indonesia.

“Agar tidak menjadi sekedar komudititas dan ojek politik, maka Muhammadiyah harus bisa terus mewarnai konstelasi politik republik ini, tentunya dengan cara dan gaya khas politik yang dimainkan Muhammadiyah selama ini,” sebutnya.

Oleh karena itu, Sahlan berharap keluarga besar Muhammadiyah diseluruh tingkatan mulai dari Pusat sampai Ranting bisa memainkan peran-peran dakwah politiknya secara efektif, terutama dalam merespon isu-isu yang berkembang ditengah-tengah masyarakat.

Edi Saputra (kiri) mmberikan pokok-pokok pikirannya

“Ini Penting. Karena hanya dengan itu Muhammadiyah akan tetap bisa mempertahankan eksistensinya dan dapat mewujudkan visinya sebagai gerakan pencerahan bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Rebut Peluang

Edi Saputra ST yang juga Anggota DPRD Kota Medan alumni IMM Sumut cukup potensial, namun lebih banyak berkiprah di dalam Muhammadiyah itu sendiri. Baginya seakan lupa merebut peluang di luar Muhammadiyah. Alumni itu, katanya, harus bisa berkiprah di luar Muhammadiyah.

“Menurut saya carilah jabatan itu walau terkecil seperti Kepling misalnya yang langsung berurusan dengan masyarakat setiap harinya, sehinga dengan lebih mudah menyampaikan dakwah Muhammadiyah itu ke masyarakat umum dan tidak hanya berdakwah di kalangan internal sendiri,”ujarnya.

Strategi harus benar-benar menjadi kekuatan bagi alumni untuk bisa meraih jabatan di luar Muhammadiyah. Kemudian saling membesarkan dan saling peduli harus dikuatkan sesama alumni. Sebaliknya setelah besar jangan lupa yang kecil yang hingga saat ini masih cukup banyak padahal mereka punya potensi.

“Kita akui, dalam politik saat ini telah tertinggal dengan di luar sana, bahkan yang duduk di legislatif pun sekarang ini para aluni sudah miskin alias terhitung jari. Ini harus menjadi agenda Fokal IMM Sumut ke depan untuk mengalang dan menyatukan potensi dan kekuatan yang ada,”ujar Edi Saputra.

Hasrat Samosir memberikan kata closing

Kuatkan Akarnya

Seorang alumni IMM, yang saat ini di Poldasu Sumut sebagai Korspripim Poldasu, AKBP Dr. Jarnawi HS Tanjung,MH mendapat sambutan hangat dari para alumni dalam pertemuan itu,lebih-lebih ketika menceritakan orangtuanya Muhammadiyah tulen, namun dirinya terbuka bagi semua orang dengan memberikan pelayanan terbaik setiap orang yang ingin berhungan dengan dirinya.

Menurut Doktor Hukum Pidana itu, Fokal IMM Sumut harus menguatkan akarnya supaya kokoh dan kuat. Kalau sudah kokoh dan kuat akan diperhitungkan orang dengan sendirinya.

Untuk bisa seperti itu, harus menguatkan akarnya.”Mari kita coba mengail di atas menarik yang di bawah,”ujarnya.

Selanjutnya, sebagai alumni IMM jangan pernah malu bersaing. Mungkin alumni lebih kecil dibanding yang lainnya, apalagi yang aktif dan produktif di Fokal terbatas, menurutnya AKBP Dr. Jarnawi HS Tanjung,MH tak masalah memainkan peran asalkan benar-benar berkualitas.

Dalam pertemauan itu, Jarnawi secara terbuka memberikan konsep-konsep konkrit yang bisa dilakukan Fokal IMM Sumut ke depan, asalkan mau dan bisa mengaktualisakannya .

“Bagi saya aktulisasi yang terpenting, perbanyak kerjasama,ikuti perkembangan zaman dan itulah peluang Fokal IMM depan,”ujarnya seraya mengisi kas Fokal IMM Sumut itu.(SB/01)

Comments