“Proyek Siluman” Tak Dapat Dimanfaatkan Masyarakat Agar Diproses Hukum

sentralberita|Madina~Pembangunan Jembatan Kecil sekelas plat beton di jalan Sentra Produksi atau di jalan Usaha Tani Desa Sasaran Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga merupakan proyek yang dikerjakan oleh perusahan kontraktor selaku rekanan salah satu Dinas yang ada di jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Madina.

Pekerjaan yang tak diketahui kapan dimulainya ini nampak hampir rampung meski sangat dikecewakan masyarakat karena telah dapat dipastikan pada tahun 2019 ini tak akan bisa dimanfaatkan oleh warga diduga akibat dari kecerobohan kontraktor dan lemahnya pengawasan dari pihak terkait.

Dari laporan warga setempat yang disampaikan kepada sentralberita.com bahwa jembatan itu dikerjakan asal-asalan hingga terbukti saat ini pondasinya telah patah atau retak panjang, sedangkan pekerjaan belum rampung seratus persen.

“lihatlah kondisi jembatan itu, belum lagi siap, pondasinya sudah patah, atau retak yang dalam, hal itu diduga karena semen yang digunakan maupun adukan semennya yang tidak bagus, ditambah lemahnya pengawasan dari pihak terkait”, ungkap warga yang merasa kesal dan kecewa atas kinerja kontraktor itu.

Dari penelusuran yang dilakukan sentralberita.com, nampak pekerjaan yang tak memiliki plank proyek atau papan informasi proyek itu tak ada seorang pun yang mengawasi dari pihak pemerintah terkait, bahkan pondasi jembatan yang retak dan patah itu juga telah didokumentasikan, rabu (13/11/2019).

Salah seorang bernama Ucok yang ditemui di lapangan, dia yang mengaku warga Simpang Gambir itu tak mau menjawab apa alasannya mengapa hingga kini plank proyek atau papan informasi proyek itu tidak juga dipasang, bahkan dia mengatakan, “saya cuma pekerja pak, Pemborongnya orang Panyabungan”, ucap salah satu tukang itu.

Bangunan jembatan terkesan seperti siluman itu nampak tak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, bahkan terkesan menyusahkan warga pengguna, sebab pondasi jembatan itu dibangun hingga satu meter lebih diatas dataran tanah, tanpa tanah timbunan, dan tanpa sayap/deg penahan tanah timbunan.

Melihat buruknya kondisi jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat itu, warga meminta kepada seluruh pihak yang berkewenangan agar menindak dan memproses kegiatan itu, dan bila perlu menjalankan proses hukum terhadapnya, sebab diyakini banyak kerugian yang ditimbulkan bila memang kegiatan tersebut dibiayai oleh APBD Pemda Madina, harap warga.

Kepala Desa Sasaran yang dikonfirmasi mengatakan, bahwa dia telah mengingatkan sebelumnya kepada kontraktor itu agar pengerjaan pembangunan proyek jembatan itu supaya dipasang plank proyeknya atau papan informasi proyeknya, namun dia juga tak tau lantas mengapa hingga saat ini tak juga dipasang, ujarnya.

Serta mengenai rusaknya pondasi jembatan tersebut, dia juga sangat menyesalkan hal itu, bahkan dia berharap agar kontraktor pelaksananya segera memperbaikinya, ucap Usnal. (MAH)

Comments