Tinjau Korban Kebakaran, FPAN DPRD Medan Minta Penanganan Khusus Pemko

Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Medan, Edwin Sugesti Nasution bersama M. Faisal Bahar saat meninjau para korban kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Kamis (24/10). (F-SB/01)

sentralberita|Medan~Ketua FPAN DPRD Kota Medan, Edwin Sugesti SE, MM bersama anggota DPRD Sumut M. Faisal Bahar meninjau lokasi kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Kamis (24/10/2019).

Selain meninjau dan bertemu langsung dengan puluhan korban kebakaran, Edwin Sugesti juga menyalurkan bantuan pribadinya ke Posko Pemko Medan. Bantuan tersebut diterima langsung melalui Lurah Sei Kera Hulu, Mustofa disaksikan warga dan keluarga korban.

Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Kota Medan berharap harus ada perhatian dan penanganan khusus dari Pemko Medan bagi para korban kebakaran di daerah tersebut khususnya di Jalan Sentosa Lama, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Medan, Edwin Sugesti Nasution saat berbaur bersama para korban kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Kamis. (F-SB/01)

Sebab selain kehilangan harta benda para korban juga saat ini masih kebingungan soal tempat tinggal mereka kedepannya.

“Kita berharap perhatian Pemko Medan agar menyediakan dan membangun pemukiman sementara untuk warga. Begitu juga bantuan logistik yang dibutuhkan warga juga diharapkan tidak terputus-putus, mengingat musibah kebakaran melanda warga tersebut umumnya hanya menyisakan pakaian di badan mereka.

Kata Edwin Sugesti, untuk membangun kembali rumah warga yang terbakar, FPAN siap menyuarakan dan memperjuangkanya ke Pemko Medan bersama para anggota dewan lainnya.

“Perlu kerjasama dengan semua pihak terkait untuk membangun kembali rumah warga,”katanya.

Sementara itu, seorang korban mengaku bernama Asniar menyatakan terharu atas kunjungan anggota dewan tersebut. Asniar mengaku tidak menyangka anggota dewan berkenan menemui warga, yang pada bulan sebelumnya atau masa-masa kampanye dewan tersebut juga datang untuk melakukan sosialisasi.

Asniar mengaku sangat terpukul dan berat menerima kenyataan tempat tinggal dan harta benda miliknya hangus dilahap si jago merah.

“Terus terang pak Edwin, saat kebakaran terjadi yang saya selamatkan hanya cucu saya saja, lainnya sama sekali tidak . Sehingga seluruh pakaian kami maupun surat penting lainnya seperti ijazah sama sekali tidak terselamatkan,”katanya.

Lebihlanjut Asniar mengaku pasca kebakaran tersebut, bantuan diterima para korban sangat lamban. Padahal dia mengaku dan menyaksikan banyaknya logistik bantuan yang menumpuk di sejumlah posko yang didirikan diluar Pemko Medan.

“Insya Allah kalau logistik atau bantuan dari Posko Pemko Medan selalu kami terima,”katanya.

Menyikapi berdirinya sejumlah posko tersebut, Edwin Sugesti berharap Pemko Medan turut serta aktif mengawasi dan berkoordinasi dengan posko yang didirikan secara inisiatif warga maupun mengatasnamakan lembaga.

Lurah Sei Kera Hulu, Mustofa mengaku pihaknya sudah berulang kali berkomunikasi dan menertibkan posko yang berdiri di luar Pemko Medan.

“Kita berharap disatukan saja, tapi kita juga tidak bisa melarangnya karena itu inisiatif mereka atau sejumlah korban juga,”katanya.

Soal bantuan pembangunan rumah warga kembali, Mustofa menilai bahwa Pemko Medan sepertinya akan menyetujuinya jika rumah warga yang terbakar tersebut memiliki kelengkapan sah tanah tempat tinggalnya.

“Sepertinya bantuan dibangunnya kembali rumah warga yang terbakar tersebut baru bisa dilakukan harus memiliki surat tanah yang sah,”katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mencatat ada 50 rumah yang terbakar, dan menyebabkan 250 jiwa kehilangan tempat tinggal. (SB/01))

Comments