Ketua Umum PB FOSMA: Mari Kawal dan Sukseskan Pelantikan Bersejarah Bagi Negeri ini

sentralberita|Medan~Ketua Umum Pengurus Besar Forum Study Mahasiswa Asahan (PB FOSMA). Mari kawal dan sukseskan Pelantikan Bersejarah Bagi Negeri ini.

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, yang akan berlangsung pada minggu (20/10/2019) mendatang, Ketua Umum Pengurus Besar Forum Study Mahasiswa Asahan , Fahrul Rozi Panjaitan, menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia terkhusus mahasiswa , untuk menjaga kondusifitas, keamanan dan mensukseskan acara pelantikan bersejarah tersebut.

Hal ini di sampaikan langsung oleh Rozi Panjaitan, panggilan akrab Kamis (17/10/2019), menjelang pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Terpilih 2019.

Demisioner Menteri Kajian dan aksi strategis Pema USU itu juga menghimbau untuk sama – sama agar dapat menjaga pelantikan bersejarah ini, karena seluruh rangkaian panjang proses Pemilu sudah dilalui secara konstitusional dan hal tersebut sudah sesuai keputusan konstitusi dalam undang-undang yang telah diputuskan oleh KPU.

“Saya, selaku Ketua umum PB Fosma bersama jajaran pengurus dan anggota mengajak seluruh warga untuk menjaga kondusifitas, persatuan antar masyarakat dan mari kita sambut Presiden dan wakil presiden pada Tanggal 20 Oktober nanti, dengan rasa persatuan dalam kebersamaan. Presiden dan Wakil Presiden sudah dipilih melalui proses yang sangat panjang, menghabiskan anggaran Triliunan Rupiah, dan itu semuanya bersumber dari APBN, maka sudah seharusnya kita menjadikan momentum Pelantikan Presiden ini sebagai momentum untuk menghidupkan kembali cita-cita bangsa Indonesia yang dulu pernah ada untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia yang adil dan makmur pungkasnya. 

Presidium eksponen BEM SI Daerah Sumatera utara itu pun berpesan, tugas mahasiswa dan masyarakat sebagai sosial kontrol atas kebijakan pemerintah kedepan juga harus ditingkatkan agar pemerintahan dapat berjalan dengan baik, namun tugas kita itu bukan pada tataran membuat suasana yang tidak kondusif pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, melakukan aksi anarkis, kegiatan yang meneror dan ekstremis.

“Mahasiswa dan masyarakat adalah sosial control bagi perjalanan pemerintahan yang baik dan tugas itu tidak boleh hilang demi kemajuan bangsa. Namun tugas kita bukan pada posisi mengganggu ketertiban umum saat pelantikan berlangsung. Karena akan banyak dampak yang terjadi baik dari segi keamanan maupun perekonomian ketika kondusifitas pelantikan Presiden ini tidak mampu kita jaga dan sukseskan bersama, tambahnya

“Aksi anarkisme dan terorisme juga tak layak menjadi sebuah kegiatan yang harus kita sanjung, karena itu tak pernah diajarkan oleh Agama manapun.

Serta ucapan terimakasih kepada aparat Kepolisian yang sudah bekerja keras dalam menjaga KAMTIBMAS di seluruh Indonesia terkhusus di asahan dan Sumatra Utara”, Ujar Rozi (SB/01)

Comments