Keisya Mumtazah Nasution Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan

sentralberita|Madina~Keisya Mumtazah Nasution (3,6 Tahun), seorang anak perempuan pasangan Saparuddin Nasution (32 Tahun) dan Nur Jamiah Rao (28 Tahun), warga Desa Aek Garingging Kecamatan Lingga Bayu , kini sedang berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Untuk itu, butuh uluran tangan mengingat ketiadaan dana untuk penyembuhannya.

Penyakit jenis Hidrosefalus (hydrocephalus) adalah kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang mengakibatkan meningkatnya tekanan pada otak. Arti harfiah dari penyakit ini adalah “air di dalam otak”, sehingga dapat menimbulkan pembekakan di Kepala sebagaimana yang dialami Keisya saat ini.

Keisya yang Menderita Penyakit Hidrosefalus ini merupakan anak yang kedua dari dua orang bersaudara dan hidup ditengah-tengah keluarga yang tidak mampu, orang tua yang cendrung miskin karena ayahnya hanya bekerja sebagai seorang buruh kasar dengan penghasilan relatif rendah bahkan dibawa rata-rata standar, sehingga wajar saja kalau upaya pengobatannya menjadi terhambat karena orang tuanya tak punya uang untuk membiayainya berobat.

Sementara itu, selain karena ketidakmampuan orang tuanya membiayai perobatannya, penyakit Hidrosefalus yang diderita Keisya Mumtazah Nasution , penanganannya wajib super serius.

Hal itu dijelaskan Saparuddin saat dikonfirmasi sentralberita.com di kediaman mertuanya yang beralamatkan di Kelurahan Simpang Gambir Kecamatan Lingga Bayu pada Jum’at (4/10/2019) malam sebagai tempat tinggal sementara bersama keluarganya.

Keisya anak yang malang warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara ini, diketahui menderita penyakit Hidrosefalus sejak ia berusia sekitar tujuh bulan, dikala itu pertumbuhannya nampak aneh seolah tidak normal sebagaimana bayi-bayi lain biasanya, sebab ia mengalami pembesaran pada kepalanya, sebut Saparuddin.

“Kami baru mengetahui Keisya menderita penyakit Hidrosefalus saat ia berusia sekitar tujuh bulan, kala itu kami melihat ada kelainan pertumbuhannya, tidak seperti bayi lainnya, tampak pembesaran di kepalanya, sehingga hal itu membuat kami curiga atasnya”, sebutnya.

Akibat kelainan yang nampak pada pertumbuhan keisya saat itu membuat kami selaku orang tuanya menjadi curiga, dan langsung mengambil langkah dan upaya agar ia diperiksakan kepada para ahli, hingga akhirnya diketahui Keisya mengidap penyakit Hidrosefalus, ungkap Ayah Keisya itu.

Sementara itu Muhammad Sudirmin Nasution, seorang Aktivis yang merupakan warga Desa Lobung Kecamatan Lingga Bayu ini menambahkan, bahwa selama tiga tahun ini perobatan Keisya telah diupayakan orang tuanya dengan segala kemampuannya, bahkan keuangan mereka sampai kandas, ujar Sudirmin selaku penggiat media sosial yang juga turut aktif sebagai Jurnalis itu.

Pria yang aktif di Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPN-RI) ini sangat menyesalkan atas minimnya perhatian sejumlah kalangan yang harusnya sangat diharapkan dapat memberikan dukungan moril serta bantuan materi guna meringankan beban derita orang tua Keisya yang sangat kesulitan menanggulangi persoalan upaya perobatan penderita Hidrosefalus itu, katanya.

Sesalan karena minimnya perhatian tersebut ditujukan Muhammad Sudirmin yang terutama terhadap Instansi Pemerintah terkait yang membidangi Kesehatan dan Sosial, mulai dari tingkat Desa/Kelurahan, kecamatan bahkan Kabupaten yang dianggap tak respon dengan keluhan masyarakat miskin tersebut, termasuk terhadap para pihak Perusahaan Swasta/BUMD dan BUMN, serta para Anggota DPRD Madina yang seharusnya lebih aspiratif, bukan malah seolah pura-pura tidak tahu seperti saat ini, beber Sudirmin.

sementara itu Wakil Ketua Karang Taruna Kecamatan Lingga Bayu, zulfidli Nasution, yang selalu aktif bersama Sudirmin untuk membantu Keisya dan keluarganya sebagai upaya perobatan untuk kesembuhan Keisya, meski hingga detik ini belum terealisasi, ia menghimbau kepada seluruh kalangan masyarakat dimanapun berada agar dapat membagi sebagian rezekinya untuk membantu biaya perobatan Keisya, Pungkas Zulfidli.

Salurkan bantuan anda melalui penggalangan dana amal untuk biaya perobatan Keisya kedepannya, transferkan bantuan anda ke Rekening BRI Nomor 5336_01_010728_53_1 atas nama Nur Jamiah Rao, atau dapat menghubungi kontak pribadi 081261105409.

Atau Bapak/Ibu dapat juga menyalurkan bantuannya ke Rekening BRI Nomor 5336_01_010521_53_1 atas nama Muhammad Sudirmin Nasution, bila merasa ada kendala bisa menghubungi nomor HP 0813 7626 4124, serta layanan telepon di WA nomor 0852 6290 9311, dan 0812 6110 5409, papar Zulfidli Nasution Wakil Ketua Karang Taruna Kecamatan Lingga Bayu.(MAH)

Comments