Konsul AS Untuk Sumatera Yang Baru Guy Margalith Suka Dengan ASEAN

Konsul AS untuk Sumatera Guy Margalith berfoto dengan sejumlah alumni Amerika di Istana Maimun Rabu (4/8).

sentralberita|Medan~Konsul Amerika Serikat (AS) untuk Sumatera yang baru Guy Margalith baru tiga minggu menjabat di daerah ini menyukai ASEAN dan sudah mencoba berbagai masakan khas makanan Medan.

Guy di awal tugasnya juga tertarik dengan budaya daerah ini khususnya Medan. Dia yang suka media sosial ini membuat film pendek tentang ketertarikan dirinya terhadap beberapa situs sejarah di Medan.

Bersama sejumlah alumni Amerika yang ikut dalam International Visitor Leadership Program (IVLP), Guy mengawali film pendeknya dengan naik Vespa keliling Medan dikendarai Rizanul, salah seorang alumni. Dia melihat Stasiun Kereta Api, Titi Gantung, Railink hingga ke Merdeka Walk dan terakhir ke Istana Maimun.

Kepada alumni yang sebagian besar wartawan, Guy mengatakan ia menyukai ASEAN. “Karir saya memang memusatkan di bidang ASEAN,” kata Guy.

Ia mengatakan orangtuanya berasal dari Israel yang ketemu di Amerika ketika mereka sama-sama kuliah. Guy lahir di salah kota kecil di Ohio tahun 1980 dan besar di Florida serta kuliah di Pennsylvania.

Tahun 2004 Guy masuk di Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) AS dan ia pernah ditugaskan ke China, Papua Nugini, Thailand, Vietnam dan dua kali di Washington DC baru ke Medan sekaligus merupakan tugas pertamanya di Indonesia. “Saya senang di Medan, meskipun jauh dari keluarga. Bagi diplomat, jauh dari keluarga itu sudah biasa,” ungkap Guy yang menguasai tujuh bahasa ini yakni Israel, Inggris, Jepang, Thailand, China, Vietnam dan Indonesia.

Guy mengaku spesialis ASEAN karena dirinya memang tertarik dengan ASEAN yang sangat penting untuk hubungan AS dan dunia juga banyak negara lainnya. ASEAN adalah tempat sangat strategis di Indo Pasific dan penting sekali bagi persaingan negara lain. Apalagi ada investasi penanaman modal.

“Masa depan ASEAN adalah masa depan dunia,” ujar Guy.

Menurutnya ASEAN merupakan negara besar dengan jumlah penduduk yang besar dan bertambah setiap tahun. “Oleh karena itu, saya mau tinggal di ASEAN untuk tahu tentang budaya, bahasa dan ekonominya,” ungkap Guy. (SB/wie)

Comments