BI Kick Off Forum Sistem Pembayaran Sumut

Asisten Pemerintahan Provsu Jumsadi Damanik, Staf Khusus Kemenkominfo Lis Sujiati, Direktur BI KPw Wilayah I Sumut Andiwiana Septonarwanto, Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Yusup Ansori, Pimpinan Bank Syariah Mandiri Ahmad Jaelani dan pimpinan bank lainnya memencet tombol kick off Forum Sistem Pembayaran Sumut di Hotel Adimulia Medan Senin (9/9).

sentralberita|Medan~Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatera Utara meluncurkan (kick off) Forum Sistem Pembayaran Sumut sekaligus seminar ekonomi dan keuangan digital.

Peluncuran itu berlangsung Senin (9/9) di Hotel Adimulia Medan ditandai dengan menekan tombol di layar digital yang dilakukan Gubsu diwakili Asisten I Pemprovsu Jumsadi Damanik, Staf Khusus Kemenkominfo Lis Sujiati, Direktur BI KPw Wilayah I Sumut Andiwiana Septonarwanto, Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Yusup Ansori, Pimpinan Bank Syariah Mandiri Ahmad Jaelani dan sejumlah pimpinan bank di daerah ini.

Seminar ekonomi digital dengan narasumber Teuku Parvinanda Andri (Head of Regional Corporate Affairs Gojek), Bima Laga (AUP PT Bukalapak Indonesia) dan Waasi B Sumitardja (Digital Banking Business Product Head PT BTPN) dengan moderator Anie Rahmi, presenter Metro TV.

Andiwiana mengatakan Forum Sistem Pembayaran bertujuan mempercepat implementasi ekonomi dan keuangan digital di Sumatera Utara (Sumut) secara merata.

Andiwiana mewakili Kepala KPw BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat menuturkan, perkembangan ekonomi digital di masyarakat perlu direspon oleh seluruh stakeholder, baik BI, pemerintah, perbankan, pelaku industri serta otoritas dan pihak lainnya melalui wadah komunikasi, koordinasi dan sinergi seluruh stakeholder ekonomi dan keuangan digital yaitu Forum Sistem Pembayaran.

Forum Sistem Pembayaran ini memiliki tiga pilar diantaranya, community yakni penguatan jejaring dan koordinasi berbasis komunitas, melalui forum diharapkan akan tercipta harmonisasi antar regulator, industri/support, penyedia infrastruktur, merchant dan pengguna.

Kemudian yang kedua, data yakni penguatan forum melalui sharing data non confidential sehingga perencanaan perluasan elektronifikasi dapat terukur dan sesuai sasaran. Ketiga, research yakni penguatan forum melalui research tentang isu-isu terkini di bidang sistem pembayaran baik yang dilakukan oleh BI, OJK dan stakeholders lainnya diharapkan dapat menjadi masukan bagi anggota forum untuk merencanakan program atau inovasi yang tepat sasaran.

“Potensi ekonomi digital cukup besar di Sumutt,” ungkapnya.

Menurut dia, ekonomi digital di Sumut ada dua potensi penting yakni infrakstruktur dan talent (anak muda). “Kedua potensi ini ada di Sumut dan jumlahnya cukup baik,” kata Andi kepada wartawan.

Untuk itu BI ingin mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi memanfaatkan semua ini. Pasalnya, kalau tetap mengandalkan ekonomi tradisional maka pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen plus minus atau bahkan kalau pertumbuhan komoditas bisa 2-3 persen, maka kalau digitalisasi bisa sampai 100 persen.
Oleh karena itu BI membuat satu Forum Sistem Pembayaran untuk Sumut yang diharapkan bisa digabungkan menjadi satu wadah bagi siapa saja yang terkait dengan ekonomi digital, mengembangkan potensi Sumut. Tujuannya ingin melihat ada akselerasi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan juga kekuatan ekonomi Sumut yang semakin baik dan bisa diperoleh dalam waktu tidak terlalu lama.

Di Sumut sendiri menurut Andi, sudah ada beberapa startup namun kolaborasi yang belum ada. Jadi jalan sendiri-sendiri di bidangnya masing-masing sehingga kita perlu sama-sama duduk untuk kontribusi apa kedepannya. “Sumut belum ada data rinciannya,” kata Andi.

Sumut berpijak pada tiga pilar yakni community, pengembangan data dan melakukan research. Sekarang kita kuatkan di community. “Saya optimis akhir tahun ini community itu bisa terbentuk terkait dengan bidang digital,” terangnya.

Kita perlu tahu seberapa besar kekuatan kita untuk ekonomi digital itu. Kita juga melakukan edukasi dan pendampingan serta sosialisasi tentang ekonomi digital kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). BI juga punya program mendorong pertumbuhan UMKM kepada digital dan kerjasama dengan ekonomi syariah untuk meningkatkan ekonomi digital.

Di bidang pariwisata, katanya, BI mendorong pemanfaatan ekonomi digital. Untuk kawasan wisata Danau Toba, BI pelan-pelan merencanakan digitalisasi dari pembelian tiket sampai belanja di sana. Gambarannya, masyarakat yang mau ke Danau Toba bisa cukup beli satu kartu yang bisa digunakan untuk apa saja seperti beli tiket kapal ke Samosir atau belanja di sana. Bisa juga kartunya untuk bayar transportasi online seperti gojek atau grabcar serta bayar tol juga.

“Bicara Danau Toba bisa cukup satu kartu digunakan di sana. Tapi ini butuh waktu lama,” katanya.

Wagubsu dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten I Provsu James H Damanik mengatakan era ekonomi digital memang tidak bisa dihempang lagi. Sumut sendiri kerjasama dengan Go Pay untuk pembayaran rekening air PDAM Tirtanadi. Jadi peran Sistem Pembayaran dapat jadi wadah harmonisasi untuk Forum Sistem Pembayaran Sumut yang diharapkan lahir sistem pembayaran baru. (SB/wie)

Comments