PLN Sumut Didemo Mahasiswa, Minta Fokus Terhadap Desa Terpencil dan Tertinggal

sentralberita|Medan~Puluhan Mahasiswa yang tergabung didalam Aliansi Mahasiswa Berkemajuan Anti Korupsi Sumatera Utara (AMBAK – SUMUT) menggelar Aksi Unjuk Rasa didepan Kantor PT PLN Wilayah Sumatera Utara, Rabu 14 Agustus 2019 pukul 14.00 s/d 16.00 wib

Dalam orasinya massa meminta PT PLN Sumatera Utara fokus atas persoalan listrik di desa terpencil dan Tertinggal di Provinsi Sumatera Utara. “Kita kecewa dengan Kinerja General Manager PLN Sumut yang dinilai lalai terhadap Desa di Sumut terlebih Desa terpencil dan Tertinggal”. Terang koordinator Aksi Ridho Suwarno dalam orasinya

Amanat Menteri ESDM yang tertuang didalam Peraturan Menteri ESDM nomor 38 tahun 2016 tentang Percepatan Elektrifikasi di Perdesaan belum berkembang, terpencil, perbatasan dan pulau kecil berpenduduk melalui pelaksanaan usaha penyediaan tenaga listrik skala kecil.
Ini mestinya disikapi serius oleh PT PLN Wilayah Sumatera Utara, apalagi anggaran Listrik Desa (LISDES) setiap tahunnya digelontorkan Ratusan Milyar mulai tahun 2018 sampai dengan 2019 .

Sementara fakta yang kita temukan dan data yang kita himpun dilapangan masih sangat memprihatinkan, seperti Desa Luat harangan dan Desa Tano Ponggok di Kabupaten Tapanuli Sekatan, Dusun III Desa bukit kijang dan Desa Ofa Mahondang Kecamatan Rahuning Kabupaten Asahan serta masih banyak Desa di Kecamatan Muara Batanggadis Kabupaten Mandailing Natal yang sampai hari ini belum disentuh Listrik PLN.

Sementara Peraturan Presiden nomor 14 tahun 2017 tentang perubahan Peraturan Presiden nomor 4 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan. Ini jelas mengatur tentang tekhnis masuknya listrik dan harapan kita tidak menjadi alasan lagi oleh pihak PLN dan Pihak terkait lainnnya .

Dengan demikian kami berharap Bapak Presiden Joko Widodo melalui Menteri BUMN agar mencopot General Manager PT PLN Sumut demi meningkatnya rasio elektrifikasi di Sumatera Utara dan Merdeka dari kegelapan. Tegas Azizan Lubis. (SB/01).

Comments