Band Punxgoaran Asal Siantar Sampaikan Kritik dan Saran Mengenai Danau Toba

Pemerintah memang sedang getol-getolnya membangun pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara.

sentralberita|Medan~Danau terbesar se-Asia Tenggara ini menjadi salah satu destinasi super prioritas yang dicanangkan Kementerian Pariwisata.

Mengenai perkembangan Danau Toba saat ini, Band asal Kota Pematang Siantar Punxgoaran angkat bicara.

Mereka ikut menyampaikan kritik dan saran, bagaimana harusnya pemerintah membangun Danau Toba.

Menurut Band Punxgoaran, budaya di kawasan Toba harus dipromosikan lebih banyak lagi. Apalagi saat ini ada delapan kabupaten yang mengelilingi kawasan Danau Toba.

Masing-masing kabupaten memiliki kebudayaan berbeda-beda. Dan tentunya dengan kearifan lokal masing-masing.

Vokalis Punxgoaran Guido Virdaus Hutagalung mengatakan kebudayaan ini harusnya yang dikembangkan menjadi potensi pariwisata.

“Kebudayaan Batak memiliki kekayaan yang luar biasa. Semakin menggalakkan bahwa Indonesia ini kaya Budaya,” kata Guido, Kamis (4/7/2019).

“Khususnya daerah Danau Toba Itu yang perlu kita kenalkan untuk generasi muda bahwa budaya dari daerah Toba ini sangat eksotis untuk dijadikan karya. Sama seperti yang kami lakukan saat ini,” sambungnya.

Guido menilai bahwa perlu integritas tinggi untuk kembangkan Danau Toba. Pengembangan Danau Toba harus dimulai dari orang-orang Batak yang sudah besar atau pun punya nama. Konsep Marsipature Hutanabe harus kembali diterapkan.

“Ini yang harus kita galakkan. Kepekaan sosial harus kita asah. Harus dimulai dari orang-orang besarnya dulu. Yang kita perlukan itu adalah integritas. Dan harus berkolaborasi bersama-sama orang orang yang kreatif,” bebernya.

Vokalis nyentrik ini menegaskan untuk mengembangkan potensi Danau Toba pemerintah harus merangkul generasi milenial. Karena ide segar itu ada di kepala kaum milenial yang selalu punya ide dan solusi yang bagus untuk semua peramasalahan yang ada di Danau Toba.

“Generasi muda itu menguasai Sosmed . Jadi harus dimanfaatkan. Pemerintah jangan sungkan untuk berkolaborasi dengan generasi segar,” tuturnya.

“Kaum milenial pasti punya solusi untuk menciptakan pariwisata yang lebih baik. Mulai dari lingkungan dan lainnya,” pungkas Guido.(SB/01/rel)

Comments