Tambah Satu Emas, Tebingtinggi Dekat Juara Umum Tenis Meja

Sentralberita|Medan ~ Kontingen Kota Tebingtinggi berpeluang besar menyabet juara umum di cabang olarhaga tenis mejadi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Sumut) 2019. Pada hari ketiga pertandingan tenis meja di Gelanggang Olah Raga (GOR) Samudra Medan, Selasa (25/6), kontingen tebingtinggi sukses menambah 1 emas dan 1 perak. Total Tebingtinggi sudah menorehkan 2 emas dan 1 perak.

Tambahan emas kedua Tebingtinggi dipersembahkan di sektor ganda campuran Ahmad Suhaimi/ Dwi setelah sukses mengalahkan ganda campuran Binjai, Alvin/Nurul dengan tiga set langsung (3-0). Sementara perunggu bersama menjadi milik kontingen Batubara dan Deliserdang.

Sementara tambahan medali perak Tebingtinggi sebelumnya dipersembahkan Ahmad Suhaimi di sektor tunggal putra, usai di final kalah melawan atlet Labuhan Batu Selatan Husni Hidayat, dengan skor 2-4 melalui pertandingan enam set (9-11-9,11-13,6-11, 11-8, 8-11, 7-11). Perunggu bersama menjadi milik duo atlet Medan yakni Af Al Muqarrabin dan Dani Daud Sudrajad.

Setelah pertandingan, Suhaimi mengaku senang bisa persembahkan medali emas kedua bagi Tebingtinggi. Meski sempat gagal merebut emas di tunggal putra, namun ia masih optimis bisa merebut emas ketiga di nomor tersisa yakni ganda putra. “Mudah – mudahan kalau besok main bagus medali emas bisa kita raih. Tapi, untuk ganda campuran ini di luar target saya. Alhamdulillah dapat emas,” ucap atlet yang pernah tampil di PON 2016 ini.

Sebelumnya peraih emas di sektor tunggal putra, Husni Hidayat menilai sang lawan yang ia hadapi di final merupakan pemain bagus yang juga sering berlaga di kejuaraan nasional. Apalagi kedua atlet sering bertemu tidak hanya di event Porprovsu saja. Maka, memanfaatkan kelemahan lawan dan fokus di setiap pertandingan menjadi modal baginya bisa memenangkan pertandingan.

“Kami itu ibaratnya satu guru. Pernah kita latihan di Jawa Timur dan kita memang mainnya nothing to lose. Yang penting kita main lepas dan jangan ada beban,” ucap atlet yang pernah tampil di PON 2000 Jatim dan PON 2008 Kaltim ini.

Apalagi pada ajang Porprovsu 2019, pihak KONI dan pengcab PTMSI Labusel tidak membebankan ia untuk meraih emas. Ini juga berkat doa masyarakat Labusel. “Soal kalah atau menang biasa, di ABG penting main lepas tanpa beban. Kita satu tipe, jadi kami tahu kelemahan dan kelebihan masing – masing,” ujar Husni.

Menyisakan nomor ganda putra, atlet kelahiran Medan 27 Agustus 1978 ini akan berduet dengan Faisal. Diakui ayah dari tiga anak ini bahwa sejak Porwilsu 2018 dirinya telah menjalin latihan bersama untuk persiapan Porprovsu.

“Di latihan dan pertandingan itu pasti beban mental itu beda. Tinggal persiapan saja kuncinya. Target tidak ada, intinya main lepas dan jangan ada dipikirkan,” ucap pria yang juga bergabung dengan klub tenis meja Sumut Paten di Jalan Denai ini.

Sementara M Rosyd Siregar pelatih putra Labusel mengatakan, senang, puas, sekaligus bangga atas prestasi yang diukir Husni bisa mengalahkan rivalnya di laga final. Torehan satu emas di nomor tunggal putra memang sudah sesuai target pelatih. “Memang di nomor beregu putra kita target emas, tapi maksimal juga dapat perak. Sudah berusaha maksimal anak – anak. Kebetulan hari ini keberuntungan ada di tangan Husni karena selama ini mereka latihan dan ikut event Husni selalu kalah atau atas Suhaimi,” ucapnya.

Di sektor ganda putra, pihaknya tidak targetkan apapun bagi atlet. Namun, ia menginstruksikan untuk bermain lepas dan tampil dalam performa terbaik.

“Tidak ada target medali. Kita tidak ingin target itu malam menjadi beban mereka. Intinya, bermain maksimal saja,” pesannya.

Sementara di final tunggal putri, medali emas sukses direbut atlet Binjai Melza Affiati usai menyudahi perlawanan atlet Deliserdang Sri Suryaningsih dengan skor 4-1 melalui pertandingan lima set (11-8, 11-6, 7-11, 12-10, 11-7). Perunggu bersama menjadi milik Ramadhani (Asahan) dan Nabila Ulfa (Batubara).

Dengan berakhirnya final di nomor tunggal, beregu putra/putri, dan ganda campuran, Tebingtinggi mempimpin klasemen sementara dengan 2 emas, 1 perak, diikuti Binjai dengan 1 emas dan 2 perak. Kemudian Labusel dengan 1 emas, 1 perak, diikuti Batubara dengan 1 emas, 2 perunggu. Selanjutnya Deliserdang 1 perak, 2 perunggu, Medan 4 perunggu, serta Gunungsitoli dan Asahan masing – masing 1 perunggu.

Pada hari terakhir pertandingan tenis meja Porprovsu 2019 pada Rabu (26/6) pagi mempertandingkan nomor ganda putra/putri. (SB|Joko Saputra)

Comments