Bayi Terbungkus Seragam SMPN 7 Di Perkebunan Sawit, Ini Kata Kasek…


Sentralberita | Tebing Tinggi~
Terkait ditemukannya seorang bayi oleh Indra Syahputra (42) warga Pondok 2 karyawan PT.Perkebunan Paya Pinang Group pada hari Senin,(17/6/2019) sekitar pukul 09.00 Wib ditengah area perkebunan sawit blok 36 Desa Paya Pinang Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai,Sumatera Utara yang saat ditemukan si bayi malang tersebut masih berlumur darah dan dikerubuti semut angkrang terbungkus kain putih yang dibalut seragam kemeja sekolah berlogokan SMPN 7 Kota Tebing Tinggi dan telah membuat heboh masyarakat sekitar dan warganet.

Menyikapi itu,Kepala SMP Negeri 7 Kota Tebing Tinggi,Aman Juni Aris Medi Ginting saat ditemui sentralberita.com diruang Kantor Kepala Sekolah Jalan Syech Beringin,Kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi Selasa, (18/6/2019) angkat bicara.

Hal ini dilakukan Aman Juni Aris Medi Ginting agar opini publik tidak beranggapan negatif pada keberadaan sekolah yang dipimpinnya itu karena adanya terdapat atribut pakaian pembungkus bayi malang tersebut ada bertuliskan logo SMPN 7 kelas 9.

Karena menurutnya hal itu dapat berpengaruh pada sistem penerimaan murid tahun ajaran baru yang sedang berlangsung disekolah ini.

“Saya sangat menyayangkan terjadinya peristiwa ini,apalagi ada terkait membawa nama sekolah akibat ditemukannya seragam sekolah yang dipakai untuk membungkus bayi itu terdapat simbol smp 7″sebutnya.

“Untuk itu saya sebagai kepala sekolah perlu meng-klarifikasi dan memastikan bahwa atribut yang ada ditemukan dilokasi itu bukan simbol atribut seragam yang dipakai siswa saat ini.Karna,melihat logo,warna dan ada tertera kelasnya kelas berapa…dapat dipastikan itu adalah atribut yang dipakai pelajar disekolah ini pada waktu dulu sebelum saya menjadi kepala sekolah disini,simbol itu dipakai pada 5 hingga 6 tahun yang lalu”jelas Ginting.

“Boleh dilihat,atribut sekarang tidak menyertakan kelas berapa di bahagian simbolnya,semua sama…seragam,”pungkasnya.

Ginting berharap pihak kepolisian dapat menyelesaikan kasus ini dan menemukan orangtua atau pelaku yang tega terhadap bayi malang ini dan mendudukkanya sebagai tersangka.(SB/jontob-imran)

Comments