Memperingati Hari Buruh, Advokad Muda: Jangan Ada Lagi Buruh yang Tidak Memperoleh Haknya

Ali Akbar Velayafi Siregar, SH

Oleh: Ali Akbarsentralberita~Dalam hal memperingati hari buruh 1 Mei 2019, melihat realita kehidupan bermasyarakat sampai dengan hari ini, serta mengingat kebutuhan hidup yang meningkat, masyarakat terus mencari nafkah termasuk khususnya mereka-mereka yang bekerja sebagai buruh, dalam hal ini banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari permasalahan hak-hak buruh yang sepenuhnya belum di dapatkan padahal jelas di tuliskan dalam undang-undang mengenai hak-hak terhadap buruh, Ali Akbar Velayafi Siregar yang juga merupakan sebagai seorang Advokat dalam profesinya sehari- hari banyak menanggapi keluhan-keluhan dari pada buruh yang bekerja pada sebuah pabrik di Sumatera Utara ini khususnya, biasanya yang di keluhkan para buruh kepadanya ialah mengenai jam kerja, izin cuti, serta hal-hal lainnya.

Yang paling sering itu adalah mereka para buruh menceritakan mengenai jam kerja, padahal dalam undang- undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 Pasal 79 mengenai waktu kerja yang menyatakan dengan jelas tertulis bahwa Pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja/buruh, Waktu istirahat dan cuti sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 tersebut salah satunya ialah, istirahat antara jam kerja, sekurang kurangnya setengah jam setelah bekerja selama 4 jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja, istirahat mingguan 1 hari untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu atau hari untuk 5 hari kerja dalam 1 minggunya, serta ada lagi poin yang mengatur tentang cuti tahunan, sekurang kurangnya 12 hari dan juga mengenai istirahat yang dihitung dari masa kerja buruh selama bekerja di suatu tempat, ujar Ali Akbar Velayafi Siregar.

Dalam peringatan hari buruh ini, saya menyampaikan pesan kepada para buruh bahwa diatur juga dalam undang-undang ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 di dalam Pasal 86 bahwa setiap buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan keja nya, moral dan kesusilaan, serta perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama, jadi pada intinya setiap buruh jelas diatur dalam undang-undang mengenai hak atas dirinya, dan jangan ada lagi yang hak nya belum terpenuhi dengan catatan telah memberikan kewajiban nya, jika kewajiban telah dilaksanakan namun hak-hak nya belum terpenuhi maka silahkan saja lakukan upaya hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, para Advokat muda khususnya di Sumatera utara pasti membantu, ujar Ali Akbar Velayafi Siregar.(SB/01/rel)

Comments