Mark Dynamics Bagikan Deviden Rp26,2 Milliar


Presdir PT Mark Dyenamics Indonesia, Tbk Ridwan Goh (tengah) foto bersama pemegang saham lainnya di sela RUPS perusahaan itu di Hotel Grand Mercure Jalan Sutomo nomor 1 Medan Selasa (14/5) malam.

sentralberita|Medan~ Di tengah persaingan usaha yang makin ketat, PT Mark Dynamics Indonesia, Tbk justru mampu membagikvan deviden sebesar Rp26,2 miliar kepada 3.800.000.310 saham dengan Rp7 per lembar saham atau 1.500 lebih investor yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

Presiden Direktur (Presdir) PT Mark Dynamics Indonesia, Tbk Ridwan Goh mengatakan hal itu kepada wartawan usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Public Expose di Hotel Grand Mercure Selasa (14/5) petang.

Ridwan menjelaskan deviden yang dibagikan itu sekira 32 persen dari laba bersih tahun berjalan 31 Desember 2018 sebesar Rp81,9 miliar. Dividen tunai ini sebagai apresiasi kepada seluruh pemegang saham perusahaan. “Manajemen Mark berkomitmen untuk memberikan nilai tambah pemegang saham antara lain dengan mengusulkan dividen tunai setiap tahunnya,” ungkap Ridwan.

Dalam RUPS Tahunan ini, katanya, diputuskan juga antara lain menerima baik dan menyetujui Laporan Tahunan Konsolidasi Mark dan Entitas Anak untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2018, termasuk Laporan Tahunan Direksi dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris.

“Kami juga public expose tentang kinerja keuangan 2018 dan business plan ke depan,” ungkapnya.

Ia menegaskan Perseroan yang terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) 12 Juli 2017 ini berhasil menjaga operasional yang baik diiringi penurunan tingkat bahan pokok penjualan dari 62,36 persen di tahun 2017 menjadi 55,41 persen tahun 2018 yang berdampak pada peningkatan marjin laba kotor dari 37,64 persen tahun 2017 menjadi 44,59 persen tahun 2018.

Pencapaian kinerja ini konsisten dengan kinerja Perseroan dalam dua tahun berturut-turut yang berhasil melampaui target laba. “Semakin baiknya kondisi ekonomi dunia serta menguatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan mendorong kesinambungan pertumbuhan usaha Perseroan,” katanya.

Aset Perseroan mengalami peningkatan sebesar 40 persen dari Rp227,600 miliar tahun 2017 menjadi Rp318,080 miliar tahun 2018. Mark berhasil menjaga tingkat biaya rendah sehingga mampu mencatatkan laba komprehensif yang meningkat sebesar 67,09 persen dari sebelumnya Rp49,25 miliar pada tahun 2017 menjadi Rp82,29 miliar tahun 2018.

Pada triwulan I 2019, pendapatan usaha sebesar Rp88,06 miliar, meningkat 12,22 persen dari periode sama tahun 2017. Laba bersih komprehensif Rp23 miliar, meningkat 26,48 persen dibanding periode 31 Maret 2018 sebesar Rp18,19 miliar.

“Kami optimis tahun ini dapat membukukan kinerja keuangan lebih baik dan ke depan akan terus mencari pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama,” tegas Ridwan.

Saat ini Mark sedang membangun pabrik baru di Jalan Utama Desa Dalu X-A Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang. Perseroan ini didirikan 10 April 2002 yang bergerak di bidang industri manufaktur cetakan sarung tangan (hand former) berbahan dasar keramik. Saat ini kapasitas produksinya terbesar di dunia.

Kepala Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Medan Muhammad Pintor Nasution kepada wartawan mengatakan Mark menjual 20 persen sahamnya atau sekira Rp40 miliar kepada masyarakat setelah perusahaan ini jadi emiten di BEI. Sebelum go public, perusahaan ini keempat terbesar di dunia, tapi setelah go public kini nomor satu terbesar di dunia.

Oleh karena itu, kata Pintor, Mark termasuk salah satu perusahaan emiten dari Sumut yang sahamnya banyak diminati investor. Dengan masuknya perusahaan ke bursa, membuat tingkat kepercayaan pelanggan di luar negeri semakin meningkat karena mereka yakin banyak yang mengawasi ada BEI, OJK maupun institusi lainnya.

Mark sendiri go public, tambah Pintor, selain untuk dapatkan dana tambahan membangun pabrik, juga pelanggan dan mitra kerja di luar negeri yang mengharuskan perusahaan harus masuk bursa di negara mereka. (SB/wie)

Comments