Jika Aksi Terjadi Bentrok, Lapangan Benteng Dijadikan Alternatif

Ribuan pengunjuk rasa dari Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumatera Utara, kembali melanjutkan aksinya selepas menunaikan sholat ashar berjamaah di depan gedung DPRD Sumut, di Jalan Imam Bonjol Medan, Sumatera Utara, Jumat (24/5).

Katua GNKR Sumut Rabualam Syahputra, kembali berorasi di depan massa aksi, dalam orasinya Rabualam mengatakan kepada massa untuk tidak takut jika aksi yang mereka lakukan berunjuk bentrok dengan aparat kepolisian yang berjaga. Jika bentrok tak terhindari, Rabualam mengintruksikan massa untuk lari ke dalam Lapangan Benteng yang berada tepat di depan Gadung DPRD Sumut.

“Kita meminta kepada Dandim untuk membuka gerbang Lapangan Benteng jika bentrok terjadi. Dan kita meminta TNI untuk membela massa aksi yang merupakan masyarakat Indonesia,” teriak Rabualam di atas mobil komando diikuti teriakan takbir massa aksi.

Rabualam menambahkan bahwa massa aksi juga jangan takut dengan senjata yang dipakai oleh pihak kepolisian jika bentrok terjadi. Dia meyakinkan bahwa senjata dan peluru tidak akan membuat massa aksi mundur.

“Kalau mereka (polisi) pakai tembak, pakai peluru tajam dan gas air mata kita lawan pakai tongkat yang telah kita siapkan. Angkat tongkat kalian semuanya,” teriak Rabualam diikuti massa mengangkat tongkat yang mereka pegang sembari memukul kawat perduri di depan mereka.

Tak lama berselang, dari atas mobil komando orator mengajak massa aksi untuk melantunkan zikir yang sering dikumandang oleh almarhum ustadz Arifin Ilham. Lantunan zikir seketika berkumandang di tengah-tengah kerumunan massa.(SB/Tim).

Comments