Empat PNS Jadi Tersangka Sebut “Si Batak Rese”

sentralberita|Bekasi~Empat aparatur sipil negara (ASN) Dinas Kesehatan Kota Bekasi ditetapkan sebagai tersangka. Mereka disangkakan terkait kasus dugaan penghinaan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Keempat ASN tersebut berdinas di Puskesmas Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, berinisial N, NH, WD dan DFA menyebarkan dugaan penghinaan SARA terhadap korban TF yang juga pegawai di puskesmas setempat.

“Kasusnya sedang ditangani penyidik terkait penghinaan terhadap sukunya melalui media sosial,” ujar Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, Kamis (23/5/2019).

‎Berdasarkan informasi, kepolisian menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan dinyatakan dengan Surat Polres Metro Bekasi Kota Nomor B/1292/IV/2019/Restro Bekasi Kota tertanggal 8 April 2019.

Dokumen tersebut menjelaskan, Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tentang penetapan terhadap tersangka sekaligus penyidikan selanjutnya kepada empat tersangka. Kasus tersebut ditangani oleh penyidik Unit Kriminal Khusus Polrestro Bekasi Kota.

Kuasa hukum korban TF, Manotar Tampubolon, menambahkan keempat tersangka diduga kuat menyebarkan berita palsu (hoax) bermuatan SARA serta pesekongkolan jahat terhadap kliennya.

“Tersangka menyinggung klien saya dengan kalimat ‘si batak rese’ dan menyatakan pelapor akan segera hilang dari Puskesmas Pedurenan. Ini, kami anggap telah bermuatan SARA,” ujarnya.

‎Manotar mengatakan, empat tersangka awalnya membuat grup di aplikasi sosial WhatsApp (WA). “Sebagian besar, komunikasi mereka menyangkut kabar bohong, fitnah dan informasi bernuansa SARA hingga persekongkolan jahat yang ditujukan kepada pelapor,” ujarnya.

Salah satu anggota grup berinisial YN kemudian memberitahukan kepada pelapor TF, bahwa ada pembicaraan yang ditujukan kepadanya dengan memberikan ponsel miliknya dan menyetak semua pesan di Grup WA tersebut.(SB/pk)

Comments