Miliki 8 Gram Sabu,Dua Terdakwa Terlihat Pasrah Diadili Di PN Medan

sentralberita|Medan~Dua terdakwa kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 8gram disidangkan di Ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (25/3). Kedua terdakwa Dwi Tri Purnomo dan Khairul Solih Nasution (berkas terpisah), tampak pasrah saat mendengarkan jaksa membacakan berkas dakwaan.

Kedua terdakwa, sesekali menundukkan wajah ke lantai, menghayati dakwaan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) Abdul Hakim Sori Muda Harahap. Pemufakatan jahat memperjual belikan sabu yang melebihi 5gram itu dilakukan kedua terdakwa pada Desember 2018 lalu.

“Terdakwa Dwi Tri Purnomo dan Khairul Solih Nasution menjual Narkotika jenis sabu di sekitar Jl. Pimpinan Medan Perjuangan, lalu atas perintah pimpinan kemudian saksi Redi Yudha dan saksi Aditya Pratama Ramadhan bersama dengan rekan saksi lainnya melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, benar ada peredaran gelap narkotika di daerah Jl. Pimpinan yang dilakukan oleh terdakwa,” ucap jaksa di hadapan majelis hakim diketuai Fahren.

Dari pengembangan,  informan polisi kemudian berpura-pura memesan sabu dari terdakwa Khairul. Informan memesan sebanyak 10gram. “Informan memesan 10gram. Harganya kira-kira Rp800 ribu per gramnya,” urai jaksa.

Setelah sepakat, terdakwa kemudian menyuruh informan ke Jl. Pimpinan untuk mengambil barang haram itu, di sebuah warung. “Sedangkan saksi Redi Yudha dan saksi Aditya Pratama berada tidak jauh dari tempat tersebut untuk melakukan pemantauan dan menunggu informasi dari informan lain,” ujar jaksa.

Tidak lama berselang, atas perintah informan polisi, Redi Yudha dan Aditya Pratama kemudian menangkap para terdakwa pada saat bertransaksi sabu-sabu itu.

“Dari tangan terdakwa Dwi Tri ditemukan sebuah bungkusan klip tembus pandang berisi narkotika jenis sabu. Kedua terdakwa mengaku mendapat sabu tersebut dari Nanim (DPO) dan akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp500 ribu,” tandas jaksa.

Setelah barang buktinya diamankan dan ditimbang, ternyata berat bersih sabunya hanya mencapai 8,72gram. Perbuatan kedua terdakwa diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. ( SB/FS )