Kodrat Shah: Meski Beda Pilihan, Jangan Terpecah Belah Tetaplah Satu


Kodrat hadir di tengah-tengah masyarakat Medan Perjuangan bersama, Rianto SH dan Edison Sianturi, Jumat (29/3/2019).

sentralberita|Medan~Ketua Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sumatra Utara,  Kodrat Shah mengatakan, masyarakat hendaknya jangan terpecah belah.  Jangan gara-gara Pilpres,  gara-gara beda pilihan, saling tidak tegur sapa.

“Masyarakat tak boleh pecah belah. Tetap bersatu mesti beda pilihan. Mengapa? Sebab nanti usai Pilpres kedua calon akan berpelukan bersalaman. Nah kita rakyat sudah terlanjur saling plotot-plototan, ” kata Kodrat dihadapan ratusan masyarakat Medan Perjuangan.

Tetapi walau demikian, Kodrat tetap berpesan kepada masyarakat bahwa apa yang selama ini didengar tentang pendiskreditan Islam adalah tidak benar. Menurutnya, itu hanya isu yang dihembuskan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kami dari Hanura siap menjadi yang terdepan membela Islam bapak-bapak dan Ibu-ibu. Saya terutama. Jika nanti bila kami menang, pemerintah melarang azan, saya akan memperjuangkannya di pusat. Saya berada di garda depan, ” kata Kodrat serius.

Kodrat hadir di tengah-tengah masyarakat Medan Perjuangan bersama, Rianto SH dan Edison Sianturi, Jumat (29/3/2019).

Kodrat Shah hadir sebagai Caleg DPR RI dengan nomor 01 dari partai Hanura untuk Dapil 1. Begitu juga Edison Sianturi Caleg DPRSU Nomor 01 dan Rianto SH Caleg DPR Medan dengan No 4.

“Jadi ibu-ibu dan bapak-bapak pilih kami bertiga ini. Maukah bapak-bapak dan ibu-ibu nemilih kami? ” kata Kodrat yang serentak dijawab nasyarakat dengan tetiakan, “mau”.

Sementara itu Rianto SH berpesan kepada masyarakat agar tidak Segan-segan untuk mengadukan segala masalah yang terhadi di daerah ini. Misalnya mengenai, lampu jalan, fasitas umum yang rusak, BPJS dan jalan rusak.

“Asal untuk kepentingan umum kami siap meperjuangkannya di DPR. Asal jangan mengadu untuk kepentingan pribadi. Tapi kalau sesekali bolehlah, ” ujarnya disambut tepuktangan.

Edison Sianturi lebih kepada mencontohkan bagaimana cara mencoblos pada 17 April 2019 nanti. Edison yang juga sekretaris Partai Hanura Sumut, menambahkan bahwa kader Hanura siap dipanggil masyarakat kapan saja.

“Maksudnya ibu-ibu dan bapak-bapak, kami ini kan wakil kalian di dpr. Sebagai wakil kami harus siap jika dipanggil. Dipanggil untuk berembuk membangun daerah kita ini, bukan yang lain-lain, ” terangnya.

Kodrat juga menambahkan, jika ada kafer Hanura yang tidak mau dipanggil maka masyarakat busa mengadukan kepada dirinya langsung.

” Rumah saya dekat sini, di jalan cemara. Kalau keder Hanura yang tidak mau dipanggil, maka ibu dan bapak bisa mengadu kepada saya. Karena ini Medan, adik saya Anto ini panggil. Nanti perdoalannta diakumulasi lalu akan saya perjuangkan di pusat,” ujarnya.

Selain itu kata Kodrat Ketua Umum Hanura Pusat, DR Oesman Sapta adalah penganut Islam sejati dan Partai Hanura bukan partai penista agama.

“Pak Oesman Sapta Ketum Hanura Pusat bukan penista agama. Bahkan Pak Oesman ikut membangun masjid di London dan di Sumut juga. Pak Anto ini juga salah satu panitia pembangunan Masjid Agung. Jadi keislaman kami tak usah disangsikan, ” tandas Kodrat.

Sementara itu, panitia penyelenggara pertemuan ini memberikan kacamata gratis kepada 500 masyarakat di sana serta gelas bergambar Kodrat Shah. (SB/01)Rel