Ribuan Ibu-Ibu Ikuti Zikir Akbar Bertemakan “1 Hati 1 Tujuan Untuk NKRI” Bersama Haddad Alwi

sentralberita|Medan ~Ribuan ibu-ibu perwiritan dan membawa anak – anaknya yang ada di Kota Medan dan sekitarnya mengikuti zikir akbar dan doa bersama bertemakan “1 Hati 1 Tujuan Untuk NKRI” di Lapangan Mangga Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara pada Minggu (3/2/2019) pagi.

Terlihat dilokasi, Haddad Alwi dan beberapa ustad lainnya mulai mengajak para ibu-ibu perwiritan dan anak-anak yang hadir bershalawat dan berdoa bersama untuk kemakmuran, kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ibu-ibu yang ikut bershalawat dan berdoa bersama terlihat berlinang air mata.

“Ya Allah, semoga negeri ini dipimpin oleh pemimpin yang amanah, pemimpin yang benar-benar bekerja untuk masyarakat,” kata
Ustad Mahfud Siddik Muslim mengawali kegiatan.

Dinegeri ini, sambungnya masih banyak fitnah yang melanda, bertujuan untuk merongrong dan manghancurkan NKRI.

“Fitnah itu bisa datang dari siapapun dan kapanpun. Semoga negeri kita ini bisa terhindar dari orang-orang yang berbuat dzalim dan semoga pemimpin kita menjadi pemimpin yang amanah,” tambah Ustad Mahmud.

Ade Sandrawati Purba yang turut hadir dalam zikir akbar dan doa bersama menyempatkan diri memberikan kata sambutan, disini Ade berharap agar masyarakat Republik Indonesia, khususnya Sumatera Utara bersama-sama mendoakan supaya negeri ini aman dan damai selalu.

“Ini bagian dari pada kepedulian kita atas keprihatinan terhadap kondisi dan keadaan negeri ini dalam menyambut Pemilu 17 April tahun 2019 ini. Banyak informasi dan isu konflik sehingga dapat menimbulkan perpecahan dinegeri ini, tujuan kita menggelar kegiatan ini agar masyarakat bisa sama-sama berdoa untuk negeri ini agar damai dan aman selalu,” ungkap Ade.

Ade mengaku, menjelang Pilpres 17 April 2019 mendatang sudah banyak isu-isu yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Untuk itu dirinya mengajak agar masyarakat yang hadir untuk tidak ikut menjadi penyebar informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Mari kita bersama-sama bermohon meminta agar Pemilu ini berjalan aman dan damai, mari kita menjadi corong kebenaran dinegeri ini. Mari kita saling menjaga, jangan ada pertengkaran permusuhan. Siapapun pemimpin yang terpilih, itulah pemimpin kita. Pemimpin yang amanah dan pemimpin yang peduli harus terus memimpin negeri ini,” ujar Ade Sandrawati yang juga ketua umum Panji Joman (Panggilan Jiwa Jokowi – Ma’ruf) ini menjelaskan.

Erwan Nasution, yang turut hadir dilokasi menambahkan agar seluruh masyarakat mencermati kondisi negeri ini. “Memang tema kegiatan ini sejalan dengan tujuan kita, Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Mencermati kondisi di negeri kita, banyaknya berita hoax (bohong). Marilah kita sama-sama menolak hoax dan jangan jadi penyebar informasi yang belum tentu benar informasinya,” terang Erwan yang juga Ketua Jamin Sumut.

Dikegiatan terakhir, Haddad Alwi menggelar shalawat dan berdoa bersama. Ibu-ibu begitu antusias menyambut kehadirannya.

“Ibu ibu tahu tidak kalau kita sebagai umat beragama, tidak boleh menyebarkan informasi bohong? Apakah ibu-ibu mau menyebarkan informasi bohong?,” kata Haddad Alwi sebelum mengawali shalawat dan doanya.

“Jadi, marilah kita bershalawat dan berdoa agar negeri kita ini (Republik Indonesia) bisa terbebas dari orang-orang yang Dzalim,” tambahnya.

Lalu, Haddad Alwi juga menjelaskan kepada ibu-ibu perwiritan bahwa penyebar informasi bohong itu sama dengan memfitnah.”Fitnah bisa menghancurkan seluruh amal ibadah kita semua, jadi kita semua jangan mau memfitnah orang lain,” tuturnya.

Haddad Alwi menuntun doa, meminta agar Negara Republik Indonesia ini aman dan damai menghadapi Pemilu 2019 kedepan.

“Siapapun pemimpin negeri ini, insya allah harus amanah, semoga kita mendapatkan pemimpin yang amanah,” terangnya.

Dilokasi, selain zikir dan doa bersama, Haddad Alwi menyanyikan beberapa lagu pavoritnya dan mengajak seluruh tamu yang hadir bernyanyi.

Ramadanier, salah satu dari ribuan ibu-ibu perwiritan yang hadir mengaku hadir karena keinginannya pribadi dan tidak ada unsur paksaan.

“Saya sering mengikuti kegiatan positif ini, zikir dan doa bersama adalah perbuatan yang mulia. Kiranya kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi saya sendiri dan seluruh tamu yang hadir,” ujarnya ketika ditemui wartawan.

Mengenai banyaknya informasi bohong beredar saat ini dimedia sosial, dirinya berharap agar seluruh ibu ibu perwiritan yang hadir tidak ikut-ikutan.”Saya secara pribadi dan keluarga sudah saling mengingatkan, informasi yang belum dapat dipastikan kebenarnya, jangan langsung disebarkan,” terangnya. (SB/AR)

Comments