Menggelorakan Politik Pancasila Menuju Pemilu 2019

Suheri Harahap,M.Si

Oleh:Suheri Harahap, M.Si sentralberita|Medan~Indahnya persaudaraan, bersatu dalam bingkai keragaman, pilihan boleh beda tapi persatuan tetap dijaga. Motto ini tetap relevan saat ini ditengah tarikan pragmatisme politik. Siapa lagi orang atau institusi yang lebih dipercaya untuk mengawal NKRI dan demokrasi di negeri ini. Masing-masing sudah menjadi alat kekuasaan dan terkooptasi oleh kekuatan politik praktis.

Sejak dulu kita perkuat kelompok civil society sebagai penyeimbang bagi kekuasaan yang otoriter dan militeristik. Saat ini konsolidasi demokrasi Indonesia menuju negara kesejahteraan dimana rakyat sedang menggugat tentang ideologi negaranya dan mempertanyakan kekayaan alamnya, kesejahteraan dan keadilan sosial ada dimana dan untuk siapa. Pemilu menjadi pesta demokrasi lima tahunan untuk mewujudkan harapan rakyat terhadap pemimpin baru.

Pemilu serentak Pileg dan Pilpres 2019 seakan menjadi ujung tombak perubahan baru Indonesia yang dinantikan. Mampukah kita menjunjung tinggi etika dan kearifan lokal sebagai ruh perjuangan politik ditengah arus teknologi informasi yang menyebabkan terjadinya perubahan drastis pada perilaku sosial dan politik terutama pada kampanye di media sosial (kampanye melawan hoax dan hate speech).

Dalam kontestasi politik diperlukan kompetisi yang sehat dan beretika, mampukah caleg kita memelihara nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman. Mampukan capres memberikan pendidikan politik kebangsaan dengan semangat Pancasila siap menang dan siap kalah. Mampukah penyelenggara pemilu mengkampanyekan anti politik uang dan politisasi SARA. Mampukan rakyat menjadi pemilih cerdas dan berdaulat. Mampukan aparat keamanan kita menjaga rasa aman dan suksesnya pesta demokrasi.

Kita harus optimis sebagai bangsa yang berdaulat dan sudah teruji dalam demokrasi dan melewati berbagai krisis dan menolak segala bentuk kekerasan.

Kita harus terus mengelorakan Pancasila dan cita-cita proklamasi sebagai inspirasi dan guidance serta internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan politik.

Menolak segala bentuk Black Campaign dan politik menghalalkan segala cara. Rakyat sedang menunggu solusi atas ketimpangan dan pemimpin harus mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

Menggelorakan Pancasila menjadi penting bagi generasi milineal yang tidak tercerabut dari akar historis sebagai bangsa dan negara. Perbedaan pandangan politik akan menjadi indah apabila terus dirawat. Ini Indonesiaku, Jangan Robek Merah Putihku!