Karena Ditantang Istri, Akhirnya Selingkuh Beneran

“jika berani selingkuh dapat hadiah,”ujar sang istri. Akhirnya Windu, 37 suami Nurul kencan bersama Ny. Komariah, 32, di kos-kosan di Palembang.

Nurul, warga Kemuning Ilir, Palembang. Sudah 8 tahun menjadi bini satpam belum tahu persis karakter asli suaminya. Padahal mestinya, tak sekedar tahu luar-dalamnya, tapi juga memahami isi kandungan hati Windu.

Sudah hampir satu dekade, masih juga tinggal di rumah Mertua Permai yang bebas cicilan. Padahal rumah mertua tidaklah besar, sehingga Windu-Nurul hanya diberi satu kamar 3 X 4. Di sinilah suami istri ini menjalankan segala aktivitasnya.

Yang paling tidak enak, sebagai suami Windu kehilangan kedaulatannya rumah-tangganya. Bagaimana tidak, mertua sering intervensi kebijakan keluarga. Jika dia marahi Nurul, mertua mesti turun tangan membela. Padahal dibela seperti apapun, takkan menaikkan elektabilitas, wong mertuanya tidak nyapres.

Berulangkali Windu mengajak istrinya pindah rumah, meski harus kontrak. Sebab dengan tinggal di rumah sendiri, kedaulatan rumahtangga bisa ditegakkan. Tapi Nurul tetap tidak mau, dengan alasan gaji suami tidak cukup untuk hidup sehari-hari. “Kalau kamu nggak mau pindah dari sini, nanti saya cari WIL lho…..,” ancam Windu serius.

Ternyata Nurul sama sekali tidak gentar atas ancaman tersebut. Malah katanya, kalau berani ya silakan sajalah! Jika Windu berani cari WIL, nantinya akan diberi penghargaan amburke (taburan) beras-kunyit. Di Sumsel, pasangan pengantin datang memang selalu disambut dengan taburan beras-kunyit di depan pintu.

Tak membutuhkan waktu lama, Windu sudah menemukan tokoh alternatif yang cukup kafabel, akuntabel, kredibel sekaligus nggedibel. Dia adalah Komariah warga Talangputri, seorang ibu rumahtangga aktif. Sesuai dengan namanya, Komariah ini meski tubuhnya lumayan padat berisi, tapi wajahnya cantik, berbinar-binar macam bulan tanggal 15.

Setelah dekat sedekat-dekatnya dengan Komariah sampai titik nol, Windu rela saja mengalirkan sejumlah gajinya ke rekening Komariah. Bahkan dia sering tak pulang ke rumah dengan alasan lembur. Padahal rielnya, dia lempengin burung bersama Komariah yang memang sekel nan cemekel tersebut.

Nurul di rumah awalnya percaya saja. Tapi begitu uang gaji suami tak utuh, mulai curiga. Pasti ada kebocoran anggaran, tapi ke mana larinya dana itu, ini yang belum jelas. Mau lapor ke PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan), jumlahnya terlalu kecil, sehingga dia kasak-kusuk sendiri cari informasi di seputar stadion Jakabaring. Hasilnya, ada data yang mengatakan bahwa Windu memang suka jalan bareng sama perempuan cantik tapi terlalu sekel nan cemekel.

Diam-diam Nurul membuntuti suaminya, ternyata kemudian terdampar di rumah kos-kosan. Segera dia lapor polisi dan digerebek. Benar saja, keduanya tinggal sekamar. Mereka digelandang ke Polresta Palembang. Tanpa ditanya keduanya sudah curhat. “Saya ditantang selingkuh, kalau berani mau disambut amburke beras kunyit. Lelaki kok ditantang,” kata Windu.(SB/01/pk)

Comments