Mengenang Peristiwa Ekonomi Memilukan Menjadi Sebuah Kemajuan

Oleh: Yonge L. V. Sihombing, SE, MBA sentralberita|Medan~Memori Juli yang kelabu 1997 ( the black of July’ 97), adalah sebuah memori yang hampir tidak bisa saya lupakan. Betapa tidak, kala itu, kondisi ekonomi dan moneter kita, amat sangat memilukan. Ketika itu, saya sedang duduk dibangku kuliah semester VII di Fak. Ekonomi Univ. Katolik St. Thomas Medan, Sumatera Utara.

Lebih menyedihkan lagi, ketika mendengar dan melihat, banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dan, org org yang PHK di perkotaan, byk yg pulang kampung (pulkam). Setiap hari kuliah ada orasi, ada demonstrasi dan ada pula kerusuhan. Masih banyak lagi, yg tak mungkin saya tuliskan, karena ruang yg terbatas dlm box tulisan ini.

Mungkin pembaca bertanya, lalu apa tujuan dari tulisan ini.
Sebenarnya saya menulis tulisan ini tujuannya sederhana, yaitu untuk mengenang sebuah peristiwa ekonomi memilukan yang pernah saya alami secara langsung. Dan, tentu ingin menarik benang merah dari peristiwa ini, dikaitkan dengan perjalanan ekonomi bangsa kita. Setelah turunnya rezim Suharto, secara perlahan, ekonomi kita mulai membaik, dengan racikan para presiden kita, mulai dari BJ. Habibie, Megawati, SBY dan Jokowi.

Tentu, kita patut bersyukur dengan kondisi ekonomi kita saat ini. Terlebih sejak pemerintahan Jokowi. Banyak kemajuan, banyak yang menikmati, banyak harapan baru, dan banyak semangat hidup baru di republik Indonesia tercinta ini.

Saya harus jujur mengatakan, bahwa walaupun saya hanya seorang dosen biasa, tapi saya tanpa diminta, dan tanpa ditugaskan, saya sebisa mungkin, selalu mengikuti dinamika pembangunan ekonomi Indonesia.

Dokumen RPJPN/D, RPJMN/D, RKP/RKPD, APBN/APBD selalu saya berupaya untuk mendapatkan, dan saya bersyukur atas bantuan teman teman, saya bisa mendapatkan dan membacanya. Dokumen dokumen pemerintah dari 33 kab/kota di Sumut selalu saya cari dan baca, agar bisa saya ikuti. Acara musrenbang tingkat nasional dan daerah, juga sebisa mungkin saya hadiri, walau terkadang bukan diundang.

Saya bersyukur, saya bisa mengikuti, saya bisa memperoleh pengetahuan tentang dinamika pembangunan, utamanya bidang ekonomi.

Dari apa yang saya baca dan pelajari, sudah banyak kemajuan ekonomi kita.
Saya tidak bermaksud untuk membanding bandingkan capaian capaian pembangunan ekonomi dari masa pemerintahan presiden X, Y, Z. Tapi, saya rasanya harus mengungkapkan dari hati, pikiran dan perasaan saya, bahwa sejak Jokowi menjadi Presiden, saya senang, saya gembira, karena kemajuan ekonomi kita amat banyak.

Saya tidak sungkan utk mengatakan, bahwa rasa rindu, rasa keraguan yang selama ini, sudah terobati setelah Jokowi membangun dan menggapai byk capaian kemajuan ekonomi.

Saya tidak sungkan utk mengatakan, bahwa rasa rindu, rasa keraguan yg selama ini, sudah terobati setelah Jokowi membangun dan menggapai banyak capaian kemajuan ekonomi. Nyanyian lagu lagu kebangsaan, sepertinya akan menjadi kenyataan, seperti halnya lagu Tanah Airku Indonesia, dll.

Cerita cerita para pendahulu, untuk.Indonesia yg makmur dan Jaya, sepertinya bisa digapai. Bukan mimpi. Tapi akan menjadi kenyataan. Itu baru dapat saya rasakan setelah Jokowi menjadi Presiden.

Aura wajah dan kepribadian yg bersahaja, membuatku sungguh berterimakasih kpd TYME, bahwa ternyata TYME amat menyangi Indonesia, dengan menganugerahkan seorang pemimpin yg sungguh sungguh memberikan hidupnya kepada rakyatnya, bangsanya dan negerinya.

Berbahagialah seorang Ibu, bernama Sujiati, yang telah melahirkan Jokowi, dan berbahagialah Jokowi yg mepunyai seorang ibu yg tulus, ikhlas dan sederhana.

Menyongsong 17 April 2019 Yang Cerah
Tak lama lagi, kita akan menyongsong pemilu, pilpres dan pileg serentak. Saya, bukan peramal, tapi saya hanya seorang yang penuh harapan (full hope), Indonesia Akan Cerah. Dibawah naungan sayap pemimpin yg bersahaja, pemimpin yg jujur, tulus, ikhlas dan rendah hati, namanya adalah Jokowi. Dia, akan dipercaya meneruskan pembangunan ekonomi, Dia akan meletakkan pondasi pondasi yg kuat utk puluhan tahun ke depan.

Lambang kejujuran ada padanya, lambang ketulusan ada pada dirinya, lambang kerendahan hati ada pada dirinya.

Melalui tulisan ini, saya ingin menguatkan dan meneguhkan kembali, bahwa Jokowi adalah sosok Pribadi yg Dipercaya Memimpin Indonesia 2019 – 2024. (Penulis adalah Staf Ahli Ketua DPRD Prov. Sumatera Utara, Dosen FE Univ. Prima Indonesia,Caleg DPRD Sumut No. Urut 2, Dapil 10 Siantar-Simalungun dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Comments