Lemari Buffet Tua, Saksi Bisnis Annisa Hingga Mahasiswi

sentralberita|Medan~ Dia adalah seorang gadis kecil yang bernama Annisa Humaira, kelahiran 23 Desember 1999, anak pertama dari dua bersaudara. Terlahir dari pasangan Musri dan Nurhaida. Dia memiliki adik bernama Nadila Alaina. Annisa tinggal bersama Buya dan Uminya sapaan hangat untuk orang tuanya, disuatu rumah dikelurahan Sari Rejo, kecamatan Medan Polonia.
Pada tahun 2007, Uminya membuka usaha jualan didepan rumah dengan mengandalkan lemari buffet (tempat jualan) yang sangat sederhana.

Dengan modal kecil disitulah jualan ditempatkan. Pada saat itu Annisa berumur 8 tahun bersekolah di Sekolah Dasar (SD) INPRES 064027 kelas 2. Selain kesibukkannya belajar dia juga suka membantu setiap akan pulang sekolah dia bergegas membantu jualan Uminya. Dia sangat bersemangat membantunya. Umi menjual peralatan sekolah, sembako, jajanan dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Setiap hari ada saja pembeli. Ada yang beli dia yang melayani sipembeli sekaligus dia mengambilkan kembalian sipembeli, ia berdagang sambil belajar menghitung uang.

Dan jualan yang paling laku diminati anak-anak adalah lotre, hadiahnya bermacam-macam. Jika berutung mendapatkan hadiah yang lebih besar maka, anak-anak tersebut senang. Jika tidak beruntung mendapatkan hadiah yang anak-anak tersebut inginkan bisa-bisa mereka terus membeli lotre. Ramai sekali anak-anak membeli itu sampai-sampai dua hari laku.

Ketika libur sekolah dia membantu mengantri minyak tanah. Waktu itu minyak tanah lagi susah-susahnya. Panjang sekali antriannya dari pagi sampai siang. Karena kelelahan mengantri minyak tanah, jerigen atau tempat minyak tanahnya ditinggal ketika sudah tertisi baru diambil kembali.

Bukan hanya di rumah saja dia berjualan tetapi disekolah. Dia bawa alat tulis atau jajanan itu dari jualan dari rumah dan ia jualkan kepada teman-temannya. Memang tidak semudah itu untuk melakukan jualannya tapi semangat akan berjualan dia sangat besar.

Keluarganya bukan terlahir dari orang kaya tetapi dari keluarga yang pas-pasan cuma Buyanya yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbilang sedikit gajinya pada saat itu. Jualan hanya usaha kecil-kecilan.

Annisa mengatakan bahwa “besar nanti diakan menjadi orang yang sukses bisa membanggakan orang tuanya” ujarnya.
Setiap waktu senggangnya ia selalu melakukan aktivitas tersebut. Dia tetap menjadi gadis kecil yang juga suka bermain bersama teman-temannya.

Pada bulan ramadhan dia dan teman dekat rumahnya saling tukar kertas-kertas binder, pada malam hari bermain kembang api dan masih banyak lagi yang dilakukan mereka. Dia juga anak yang rajin belajar. Semangatnya mengantarkan ia masuk peringkat pertama di kelas 3 SD. Tidak mudah mendapat peringkat tersebut, dia dianggap orang yang lambat berfikir, tetapi dengan dia seperti itu dia bisa membuktikan kepada teman-temannya dia bisa.
Usaha jualan tersebut tidak diterus ditahun 2011 karenakan Buyanya melarang Uminya untuk jualan lagi, agar lebih fokus mengurus keluarga.

Tahun ke tahun sampailah pada tahun 2017, menginjak remaja. Annisa menjadi seorang mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) jurusan Ilmu Komunikasi (IKOM). Dia juga termasuk mahasiswi yang pintar.
Berkat pengalaman dia waktu kecil berjualan akhirnya diawal bulan Maret 2018 dia memberanikan diri mencoba membuka usaha bisnisnya sendiri dengan membuka Online Shop segala perlengkapan muslim/muslimah dan sebagainya ia tawarkan di online shopnya melalui Instagram dan di Whatsapp yang bernama @danishcollection nama tersebut diambil dari nama Uminya dan dia.
Usaha cukup berjalan dengan baik sudah banyak juga jualanya yang laku. Pemasukan dari jualan tersebut hanya untuk ditabung saja atau sebagai uang pegangannya. Walaupun Buyanya PNS dia tetap berbisnis karena jiwa berbisnis terdapat dari dirinya.
(SB/01/Syid/AH)

Comments