58 Tahun Jasa Raharja: Kerja Nyata Membangun Negeri, Bukukan Laba 1,6 Triliun

sentralberita|Medan~Perayaan ulang tahun PT. Jasa Raharja Persero yang ke – 58 tahun yang dirayakan di Kantor Cabang Propinsi Sumatera Utara, yang terletak di Jalan Jend. Gatot Subroto, No.142, Medan, Rabu (2/1), cukup terlihat meriah.

Sekitar Jam 8 Wib di sekitar kantor Jasa Raharja mulai dari depan sampai di dalam terlihat banyak papan bunga ucapan selamat yang sudah tersusun, ada yang dari pemerintahan, kepolisian dan lainnya, ada juga pernak-pernik ulang tahun yang menghiasi sekitar pelataran gedung, kemudian tampak para pegawai sudah pada berbaris rapi untuk melaksanakan upacara dihalaman gedung tersebut sebelum memasuki acara ulang tahun dan tampak disekitar ada tenda, kursi buat tamu yang hadir, ternyata para pensiunan dari Jasa Raharja dan tamu yang lainnya.

Setelah itu upacara dimulai dipimpin oleh Kacab Cabang Sumut, Ifriyantono, dengan beberapa tahapan antara lain dengan membaca tata tertib acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu pemberian pehargaan kepada ke enam pegawai Jasa Raharja yakni Rusmini (Penanggung Jawab Samsat, Cabang Sumut), Sahat Mauliate Sitompul S.Sos (Penanggung Jawab Kantor Pelayanan Cabang Sumut), Pahala Mht Sitorus, SE (Kepala Sub Bagian SDM dan Umum Cabang Sumut), Hamzah Arridoh, S. Sos (Penanggung Jawab Bidang Tekhnik Cabang Sumut), Yendri Anda Famela, S.Si (Kepala Sub Bagian Iuran Cabang Sumut), Indryo Wahyuno Sadjianto, SE (Penanggung Jawab Samsat Medan Utara Cabang Sumut), kemudian sambuta dari Direktur Utama Jasa Raharja yang dibacakan oleh Kacab Cabang Sumut, Ifriyantono dan terakhir ditutup dengan membacakan doa.

Dan selesai upacara alunan musik pun terdengar untuk menghibur para pegawai dan tiba-tiba muncul salah seorang pegawai dengan menggunakan kepala badut yang besar menggunakan ikat kepala keluar dari gedung kantor sambil melakukan gerakan joget yang terlihat asyik untuk diikuti, dan akhirnya suasana pecah menjadi meriah sehingga yang lain turut mengikuti gerakan-gerakannya, setelah beberapa menit kemudian lanjut foto bersama sambil memegang balon dan melepaskan, setelah itu semua menuju ke lantai IV untuk melanjutkan acara perayaan ulang tahun.

Kepala Cabang (Kacab) PT. Jasa Raharja Persero Propinsi Sumatera Utara, Ifriyantono, saat memberi keterangan capaian selama 2018 kepada awak media di lantai IV Kantor Jasa Raharja. Foto Monang Sitohang

Di kesempatan yang sama Kepala Cabang (Kacab) PT Jasa Raharja Persero Provinsi Sumatera Utara, Ifriyantono di lantai IV mengatakan terimakasih kepada wartawan yang berkesempatan hadir di perayaan hari ulang tahun PT. Jasa Raharja Persero yang ke – 58 tahun, kemudian lanjutnya bahwa selama tahun 2018 pihaknya sendiri telah membukukan laba sebesar 1,6 Triliun.

“Walaupun adanya kenaikan jumlah nilai santunan, tetapi hal ini tidak berlaku di Sumatera Utara (Sumut) atau beberapa cabang yang lainnya, khusus untuk cabang Sumut bahwa tahun 2018 lalu adalah merupakan tahun-tahun yang paling sulit bahkan ini baru di dalam sejarah Jasa Raharja Cabang Sumut khussnya selama 58 tahun bahwa jumlah sumbangan wajib dan iuran wajib yang kita himpun dari masyarakat itu tidak mampu untuk menutup dana santunan yang kita berikan kepada para korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Sumut,” jelas Ifriyantono.

Lalu Ifriyantono melanjutkan penjelasaannya secara nasional ada beberapa cabang, cabang yang terbesar itu salah satunya adalah cabang Sumut kemudian ada beberapa cabang, ada Papua, ada beberapa cabang tipe kecil lainnya totalnya ada tujuh cabang yang pada tahun 2018 lalu, jumlah sumbangan dan iuran wajib yang dihimpun dari masyarakat tidak mampu untuk menutup dana santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas.

Ada beberapa kondisi, khusus saya sampaikan untuk di cabang Sumut bahwa kekurangan dana ini terpaksa di subsidi oleh daerah lain sampai senilai 30 miliar. Kenapa sampai terjadi seperti ini ? yang pertama adalah bahwa sumbangan dan iuran wajib dikumpulkan dari masyarakat tidak mampu menutupi, kenapa tidak mencukupi karena sesuai dengan data historis wilayah Sumut bahwa sumbangan wajib ini baru mampu terkumpul berkisar 45% dari seluruh total dari kendaraan yang ada di wilayah Sumut, bisa dikatakan bahwa pemilik kendaraan di Sumut yang mendaftar di Kantor Samsat itu di bawah 50%, data ini boleh di konfirmasi di B2RD atau di Kepolisian.

Nilai santunan yang sudah dibayarkan cabang Sumut kepada para korban kecelakaan lalu lintas ini naik sekitar 30%, jika dibandingkan dengan tahun lalu. Jika tahun 2017 santunan 144 miliar tapi untuk tahun 2018 menembus angka 188,9 miliar artinya dari nilai santunan sudah kelihatan meningkat, ini disebabkan pertama jumlah korban kecelakaan yang yang disantuni Jasa Raharja pada tahun 2018 lebih banyak, apakah ini menandakan bahwa korban kecelakaan lalu lintas di Sumut meningkat naik itu perlu dikonfirmasi oleh kepolisian, karena Jasa Raharaja membayar santunan ini dasarnya adalah laporan polisi. Dan tidak mungkin tidak ada laporan polisi Jasa Raharja membayar jadi bisa diastikan yang dibayar oleh Jasa Raharja adalah para korban kecelakaan yang yang sudah tertangani oleh polisi.

Kemudian yang kedua penyebabnya adalah per Juni tahun 2017 memang nilai santunan Jasa Raharja berdasarkan perarturan Menteri keuangan No. 15 Tahun 2017 naik 100%, yang sebelumnya meninggal mendapatkan 25 juta naik menjadi 50 jut, biaya santunan perawatan yang dulunya hanya 10 juta sekarang menjadi naik 20 juta ini juga salah satu variable atau faktor yang menyebabkan kenaikan nilai santunan Jasa Raharja secara Nasional dan lebih khusus di Sumut.

Jadi sebetulnya secara potensi Jasa Raharja Cabang Sumut ini tidak harus di subsidi oleh daerah lain, mungkin barangkali karena tingkat kesadaraan pemilik kendaraan bermotor perlu yang diupayakan tingkat kesadaraannya dan ini merupakan tantangan Jasa Raharja sebagai salah satu unsur pembina di Samsat di wilayah Sumut, bagaimana untuk meningkatkan tahun ini jumlah pemilik kendaraan untuk berkesadaran berkenan untuk pendaftaraan ulang di Samsat, “Makanya di Tahun 2019 ini adalah tantangan buat kita Jasa Raharja di sektor pendapatan bagaimana untuk meningkatkan kesadaran para pemilik kendaraan bermotor untuk mendaftar, “ujar Ifriyantono.

“Tadi sambutan dari Direktur Utama kita ingin bertransformasi melalui digital sesuai dengan era zaman sekarang yang sudah memnggunakan serba digital, karena dengan digital ini kita harapkan masyarakat pemilik kendaraan bisa terlayani dengan baik, mulai dari kecepatannya, kemudahaannya dan lain sebagainya, dan bisa jadi pemilik kendaraan bermotor tidak mau mendaftar ulang karena kesulitan,” kata ifriyantono. (SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan