Peduli Kesehatan, Pertamina Bersama PKPU Gelar Bakti Sosial

sentralberita|Medan~Sebagai wujud kepedulian sosial, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I (MOR I) bersinergi dengan PKPU Human Initiative menggelar kegiatan bakti sosial kemasyarakatan yang berlangsung pada hari Kamis (13/12) bertempat di Gedung Serbaguna, Kantor Pertamina MOR I, Medan.

Kegiatan bakti sosial meliputi Pemeriksaan Kesehatan gratis bagi 1000 masyarakat sekitar di wilayah operasi perusahaan. Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pemeriksaan asam urat, kolesterol, serta gula darah dalam tubuh oleh dokter dan dapat melakukan pengobatan bila diperlukan

General Manager Pertamina MOR I, Agustinus Santanu, berharap kegiatan bakti sosial dengan pemeriksaan kesehatan gratis bersinergi dengan PKPU Human Initiative dapat bermanfaat bagi penerima manfaat sehingga mereka dapat terobati dengan baik dan tetap diberikan kesehatan untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

“Pertamina memiliki komitmen yang tinggi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, salah satunya dengan menyediakan pengobatan gratis untuk masyarakat sekitar wilayah operasi. Kegiatan ini tentunya berhubungan dengan program CSR akan terus digelar, guna terwujudnya kepentingan umum menuju masyarakat yang sehat dan sejahtera,” ujar Santanu.

Selain mengadakan pengobatan gratis, terdapat pula seminar kesehatan oleh dr. Diyon, Area Manager Medical MOR I. Seminar yang dilakukan adalah mengenai kesehatan, sehingga masyarakat dapat lebih mengetahui bagaimana menjaga kesehatan mereka sebagai tindakan preventif.

“Tindakan pencegahan pertama untuk terhindar dari penyakit salah satunya adalah mencuci tangan, karena tangan merupakan salah satu medium penyebaran bakteri dan kuman yang bisa menyebabkan kematian pada manusia,” kata dr. Diyon.

Bakti Sosial bersama PKPU Human Initiative merupakan salah satu wujud keberlangsungan sinergi dalam upaya peninkatan kesehatan masyarakat di Sumatera Utara. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengobatan gratis dan seminar mengenai kesehatan, maka masyarakat dapat melakukan pengobatan yang dibutuhkan serta menjadi lebih sadar dan peduli terhadap kesehatan mereka.
[10:57, 12/13/2018] Diurnawan: Kemenag Keluhkan Tak Ada Anggaran Sosialisasi Haji dan Umroh

Medan Direktur Haji khusus dan Umroh Arfi Hakim mengeluhkan tidak adanya anggaran untuk sosialisasi terhadap pelaksanaan Haji dan Umroh sehingga banyak masyarakat yang tidak mengetahui persoalan haji dan umroh tersebut.

“ Disini saya perlu sampaikan ke Komisi VIII agar bisa ditampung anggaran sosialisasi tentang haji dan umroh sehingga masalah haji dan umroh bisa disampaikan ke tengah masyarakat. Boleh ditanyakan pak Marwan bahwa di Kemenag Provinsi dan kabupaten / kota tidak ada dana sosialisasi soal haji dan umroh ini,” kata Arif.

Arif menjelaskan begitu lamanya pengantrian pelaksanaan ibadah haji yang mencapai 15 tahun maka animo masyarakat untuk melaksanakan ibadah umroh meningkat tajam.” Di Sumut sendiri kalau kita mendaftar haji saat ini maka kita harus menunggu 15 tahun untuk bisa melaksanakan ibadah haji sehingga masyarakat beralih untuk melaksanakan ibadah umroh,” sebut Arif.

Arif menjelaskan sesuai dengan KMA untuk Jakarta itu biaya umroh minimal Rp 20 juta jadi kalau ada travel yang menganggarkan biaya dibawah Rp 20 juta patut dipertanyakan travel tersebut. Selain itu sebut Arif lama waktu menunggu untuk ibadah umroh adalah enam bulan.” Kalau ada travel yang melakukan waktu tunggu pelaksanaan ibadah umroh lebih dari enam bulan maka travel tersebut haru dilaporkan ke Kemenag terdekat. Karena kuota umroh itu bebas tidak ada batasan sehingga bisa kapan saja dilaksanakan,” kata Arif.

Diakhir pembicaraannya Arif kembali Mengingatkan agar DPR RI khususnya Komisi VIII bisa menampung anggaran sosialisasi pelaksanaan haji dan umroh agar masyarakat bisa tahu persoalan haji dan umroh tersebut termasuk persoalan penyelenggara haji dan umroh nakal. (SB/01/diur)

Comments