Pegawai BRI  Telantarkan Keluarga Dituntut 1 Tahun Penjara

sentralberita|Medan~Eden Manalu meminta majelis hakim memberikan hukuman seadil-adilnya kepada Pegawai BRI, Riris Eva Endang Sianipar warga Jalan Priuk Gang Subur No.12-B, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, atas perbuatannya yang telah menelantarkan suami dan anak-anaknya.

“Kita meminta pelaku dihukum, sebab apa yang dilakukannya tidak pantas baik itu selaku istri maupun orang tua,”sebut korban Eden Manalu yang juga Suami terdakwa usai persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (08/11), dengan agenda Duplik yang diajukan sang istri melalui pengacara.

Ia juga menegaskan bahwa perbuatan pelaku yang telah tega mengkhianati dirinya selaku suami dan menelantarkan anak-anak tersebur harus dihukum.

Dalam putusan Mahkamah Agung, memutuskan bahwa hak asuh ketiga anaknya berada kepada dirinya. Namun sampai saat ini ia belum bertemu anak ketiganya yakni YG boru Manalu padahal dalam putusan tersebut ketiga anaknya harus bersama dirinya.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum, Juliana Tarihoran tetap menyatakan tetap pada tuntutannya yang menuntut terdakwa selama satu tahun penjara.

Sebagaimana tuntutan yang dibacakan pada Kamis (11/10), dihadapan ketua majelis hakim Gosen Butar-butar, penuntut umum menyebutkan bahwa terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 45 ayat (1) UU No.23 Tahun 2004 tentang kekerasan psikis dalam rumah tangga.

Juliana dalam tuntutannya, menyebutkan perbuatan terdakwa telah menimbulkan rasa traumatik kepada Eden Manalu selaku suami dan ketiga anaknya yang terjadi semenjak 2014 lalu. Jaksa menyebutkan dampak psikis ini sangat dirasakan Eden Manalu selaku suami terdakwa, yang merasa malu karena perbuatan selingkuh terdakwa dengan seorang pria yang diketahui bernama Johanes Rudolf Silalahi dengan adanya sejumlah bukti foto yang terlampir.

Tidak hanya rasa trauma bagi Eden Manalu, ini juga berdampak terhadap ketiga anak mereka yakni SW Manalu, CB Manalu dan YG br Manalu. “Dimana selama persidangan ketiganya mengutarakan adanya perlakuan kasar dari terdakwa baik itu pemukulan maupun penekanan dalam bentuk perkataan.

Selain itu,  Eden Manalu selaku korban tidak dianggap sebagai suami sehingga terdakwa mengambil keputusan sendiri.

Masih dalam tuntutan tersebut, korban selaku suami sering mendapat intimidasi terlebih lagi ketika ingin menjumpai dan menjemput putri ketiganya YG br Manalu yang tinggal dirumah orang tua terdakwa di Jalan Pabrik Tenun Gang Mangkok. “Saat bertemu dengan terdakwa yang merupakan pegawai BRI Unit Tandem, kota Binjai ini sempat mengusir dan mengajak ribut serta menolak keinginan korban untuk bertemu dengan anaknya,”sebut jaksa dalam tuntutannya.

Hal lainnya yang memberatkan terdakwa dalam tuntutan tidak mau berdamai dengan saksi korban, sehingga korban merasa trauma dan berpengaruh kepada kesehatannya karena selain rasa malu juga rasa sedih akibat melihat kelakuan terdakwa.

Untuk proses persidangan selanjutnya, ditunda dua pekan mendatang dengan agenda pembacaan putusan.( SB/FS )

Comments

Tinggalkan Balasan