Nahdliyin Kunci Kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Sumut

sentralberita| Medan~1.Dinamisasi politik pada pemilihan gubernur sumatera utara dengan dinamisasi politik saat kampanye pilpres saat ini masih cendrung sama. Ditandai dengan masih bergulirnya isu-isu bernuansa SARA yang dibumbui oleh informasi-informasi hoax dan fitnah.

2.Berangkat dari dinamisasi politik yang sama maka dapat di posisikan bahwa posisi politik Eramas merupakan representasi dari Prabowo-Sandi. Sementara posisi politik Djoss merupakan representasi Jokowi – KH. Ma’ruf Amin

3. Sebagaimana diketahui bahwa hasil pilgubsu adalah Eramas memperoleh dukungan suara sejumlah 57,58 % / 3.291.137 suara dan Djoss hanya memperoleh 42,42% / 2.424. 960 suara.

4.Hasil pilgubsu tersebut akan mengalami pergeseran yang cukup signifikan saat pemilihan presiden pada tanggal 17 April 2019 yang akan datang. Paslon Jokowi – KH. Ma’ruf Amin lebih diuntungkan karena :

5. Partai politik pengusung yang sebelumnya ada di Eramas beralih mengusung pasangan Jokowi – KH. Ma’ruf Amin, seperti Golkar, Nasdem, PKB dan Hanura.

6. Keberadaan KH. Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya Jokowi dipastikan akan menarik suara warga Nahdliyin di Sumatea Utara yang pada Pilgubsu lalu menjatuhkan pilihannya pada Eramas sebanyak 15 % dari total suara Eramas. Ada tiga faktor penyebabnya, pertama, KH. Ma’ruf Amin merupakan Ulama Nahdliyin, kedua, tokoh sentral Nahdliyin Sumatera Utara Drs. H. Affifuddin Lubis, M.Si pada pilgubsu lalu menjadi tim inti pemenangan Eramas yang membawa seluruh warga Nahdliyin memilih Eramas dan ketiga adanya dukungan PKB yang merupakan partainya kaum Nahdliyin

7. Pindahnya 15% suara warga Nahdliyin dari Eramas ke Jokowi – KH. Ma’ruf Amin pada pilpres akan datang menjadi keyakinan Korwil Rumah KMA Sumatera Utara bahwa pasangan ini akan menang di Sumatera Utara, demikian disampaikan pengurus wilayah Rumah KMA Sumut, Kamis (8/11/2018)  tertanda Aswan Jaya Ketua dan Syafi’i sektetaris. (SB/01/ril)

 

 

 

Comments

Tinggalkan Balasan