Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto Dimata Bilal Mayit, Penggali Kubur dan Ibu-Ibu

sentralberita|Medan~ Teriakan meminta kesediaan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto untuk meluangkan waktu ber swafoto menghiasi tenda tempat berlangsungnya zikir akbar di Halaman Mapolda Sumatera Utara.

Jamaah yang berkumpul bahkan rela sedikit berteriak dengan harapan mendapat kesempatan berfoto bersama jenderal bintang dua ini. Mereka berasal dari kalangan pengemudi becak bermotor, bilal mayit, penggali kubur, dan ibu ibu pengajian.

Sosok Agus Andrianto memang langsung mendapat tempat di hati mereka. Sebab, sejak menjabat sebagai Kapolda Sumut, ia selalu menunjukkan sifat yang sangat ramah dan supel dalam bergaul. Dalam setiap kunjungannya, ia selalu memilih untuk berbaur langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan keluh kesah mereka sembari bertukar informasi soal kamtibmas di Sumatera Utara.

“Baru sekali saya bertemu, dan ternyata orangnya baik. Duduk dan makan sama orang seperti kami, bercanda hingga tertawa lepas, tidak ada perbedaan,” kata salah seorang jamaah bernama Khairuddin.

Khairuddin hanyalah satu diantara sekitar 15 ribu jamaah yang hadir dalam kegiatan zikir, shalat jumat hingga shalat ghaib yang dilakukan untuk mendoakan para korban insiden Lion Air JT 610 di perairan Karawang. Bersama sang Kapolda, mereka terlihat begitu kusyuk dalam memanjatkan doa agar para korban dalam insiden tersebut mendapat tempat di sisiNya.

Bukan hanya mendoakan para korban Lion Air, secara khusus ribuan jamaah ini juga berdoa bagi kesatuan umat dan kesehatan para petinggi Polri selaku institusi yang berperan untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

“Kami berdoa agar Pak Kapolda Sumut diberikan kesehatan dalam memimpin kepolisian di Sumatera Utara,” sebut warga lainnya.

Doa dan kedekatan yang ditunjukkan oleh masyarakat ini membuat Agus Andrianto mengaku sangat bersyukur. Sebab, hal ini menurutnya menjadi bentuk bahwa keberadaan Polri sangat diterima ditengah masyarakat. Rasa syukurnya ditunjukkan dengan kerelaan untuk ‘digilir’ para jamaah untuk ber swafoto. Bahkan mereka terlibat saling bertukar informasi dan saling bercanda sembari duduk bersama sambil menikmati makanan yang ada. Sesekali, tawa mereka ‘meledak’ menambah cairnya suasana.

“Saya ini sama dengan bapak dan ibu, jabatan hanyalah amanah dan sementara. Saya dan bapak/ ibu pasti mati dan menghadap serta dimintai pertanggungjawaban olah Sang Pencipta,” ucapnya.

Agus meminta kepada masyarakat untuk menjadikan polisi sebagai mitra dalam keseharian. Ia memastikan bahwa Polisi juga merupakan bagian dari masyarakat yang terkadang memiliki salah dan khilaf. Ia meminta jika hal ini terjadi agar masyarakt tidak sungkan untuk menegur dan mengingatkan.

Secara khusus ia juga berpesan, agar semua kelompok masyarakat untuk mengawal pelaksanaan Pilpres dan Pileg dengan cara menciptakan rasa aman, damai dan kondusif di Sumatera Utara serta tidak ikut ikutan menyebarkan hoax.

“Kalau Sumut aman dan damai tak hanya polisi, semua masyarakat pasti senang dan menginginkannya. Dan satu lagi jangan mudah terprovokasi dengan informasi hoax,” pinta Pria yang beristrikan darah batak tersebut.

Agus pun melanjutkan menyapa jamaah lainnya dengan duduk dan bercanda sambil barfoto bersama. Selain kegiatan ini, Sebelumnya Kapolda juga bersilaturahmi dengan ribuan pahlawan transportasi dari supir angkot, becak bermotor, nahkoda kapal, petugas kebersihan, pemulung dan pekerja rumah tangga se kota Medan serta komunitas Biker se Sumatera Utara di Mapolda Sumut.

Dalam kesempatan tersebut, Agus mensosialisasikan program 100 hari kerjanya yaitu Medan tidak macet, bersih dan rapi. Salah satunya dengan membongkar pos polisi dan papan reklame yang berdiri tidak pada tempatnya. (SB/01/ib).

Comments