Demi Kesehatan, Hindari Bercinta pada 5 Waktu Ini

Ilustrasi

sentralberita|Jakarta~Dalam kondisi tertentu, tidak baik untuk bercinta dengan pasangan,karenanya tidak bisa sembarangan melakukan seks dan mengesampingkan begitu saja kondisi yang sedang dirasakan.

Untuk itu, mengetahui waktu seks yang perlu dihindari bisa membantu untuk mendapatkan sensasi bercinta yang menyenangkan tetapi tetap aman.

Dalam kondisi tertentu, ada kalanya gairah seks perlu ditekan dan tidak dituruti. berikut beberapa waktu seks yang perlu dihindari dilansir Hello Sehat:

1. Sebelum melakukan pap smear

Pap smear adalah salah satu tes penting yang dianjurkan bagi wanita untuk mendeteksi kanker serviks secara dini.

Dalam tes ini, dokter akan memasukkan alat yang disebut dengan spekulum ke dalam vagina. Alat ini berfungsi untuk melebarkan vagina agar dokter bisa melihat leher rahim atau serviks dengan jelas. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah mengambil sampel sel-sel serviks dengan alat yang disebut dengan spatula.

Baca Juga : Lion Air Tunggu Audit Kemenhub soal Datangkan Pesawat Boeing 737
Nah, agar hasil pap smear akurat biasanya dokter akan meminta untuk tidak melakukan seks, menggunakan produk spermisida atau melakukan douching sehari sebelum prosedur. Pasalnya, bahan kimia dalam spermisida dan produk douching atau sperma asli bisa membuat hasil pap smear kurang sensitif dan akurat.

Bisa-bisa hasil tes yang ternyata positif menjadi tersamarkan dan justru cenderung negatif. Hal ini tentu berbahaya karena jika hasilnya ternyata positif dokter seharusnya bisa memberikan perawatan dengan segera agar kanker dapat teratasi di awal kemunculannya.

Namun, karena hasil tes tidak akurat akibat adanya air mani di leher serviks dokter tidak melakukan tindakan apapun karena hasilnya dianggap negatif sehingga dianggap bersih dari keberadaan sel kanker.

2. Saat vagina nyeri dan perdarahan

Meski tamu bulanan kerap datang tetapi sebagian wanita bisa mengalami perdarahan di luar jadwal haid. Saat Anda mengalami perdarahan di luar jadwal haid, maka hal ini bisa saja menandakan adanya masalah tertentu di tubuh. Salah satu kondisi yang membuat perdarahan di luar haid ialah kelainan leher rahim.

Oleh karena itu, ketika masalah tersebut terjadi maka ini bukan waktu yang tepat untuk bercinta. Apalagi jika sering merasakan sakit selama atau sehabis berhubungan seksual. Lebih baik konsultasikan dahulu ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Kemudian tanyakan pada dokter kapan Anda boleh berhubungan seks.

3. Saat memiliki infeksi vagina

Infeksi pada vagina biasanya membuat mengalami keputihan yang berbau busuk. Tak hanya itu, gejala lainnya seperti gatal pada vagina, rasa panas serta terbakar, dan juga nyeri panggul juga biasanya Anda rasakan. Nah, ketika gejala tersebut muncul, maka itu bukan waktu yang tepat untuk bercinta dengan pasangan.

Berhubungan seks saat memiliki infeksi tak hanya menyakitkan, tapi juga dapat membuat kuman penyakit menyebar ke organ lainnya seperti panggul. Jika sudah menyebar, infeksi menjadi lebih sulit untuk ditangani. Apalagi jika ternyata infeksi yang dimiliki termasuk menular. Maka tak hanya Anda yang merasakan efeknya tetapi juga pasangan.

4. Setelah operasi

Meski kelihatannya tubuh dalam keadaan baik-baik saja tetapi dalam beberapa kasus, seks setelah operasi bisa memperburuk kondisi. Dikutip dari WebMD, Heather Rupe, DO., dokter kandungan di Amerika Serikat, mengisahkan pasiennya mengalami komplikasi setelah operasi histerektomi akibat berhubungan seks terlalu cepat.

Oleh sebab itu, jangan hanya merasa sehat di luar tetapi pikirkan juga kesehatan organ dalam pascaoperasi. Untuk itu sebelum memutuskan untuk bercinta tanyakan dahulu pada dokter kira-kira kapan waktu seks yang tepat setelah operasi yang baru saja jalani.

5. Saat mengalami komplikasi kehamilan

Seks saat hamil tidak dilarang asalkan kandungan dalam keadaan sehat. Namun, ketika Anda mengalami berbagai komplikasi kehamilan seperti plasenta previa dan berisiko mengalami kelahiran prematur sebaiknya hindari seks.

Pasalnya seks justru bisa memperburuk kedua kondisi ini. Apalagi jika belakangan ini Anda mengalami perdarahan dan juga nyeri perut maka jangan dulu berhubungan seks sebelum dokter merekomendasikannya.

6. Setelah melahirkan

Sesaat setelah melahirkan, bukan waktu yang tepat untuk bercinta. Ya, Anda sebaiknya tidak melakukan seks minimal sekitar enam minggu. Aturan ini berlaku baik untuk wanita yang melahirkan secara caesar maupun normal. Pasca melahirkan, akan mengalami sejumlah robekan di vagina saat normal dan di perut ketika caesar.

Melakukan hubungan seksual sebelum vagina sembuh dan lukanya mengering bisa meningkatkan risiko infeksi yang membahayakan. Begitu pun jika Anda melahirkan secara caesar. Meski hanya memiliki robekan di sekitar perut tetapi aktivitas seks bisa memperburuk luka dan menimbulkan rasa sakit akibat jahitan yang belum sepenuhnya mengering.

Sebaiknya tidak melakukan hubungan intim atau bercinta dengan pasangan pada waktu yang ditentukan di atas untuk kesehatan(SB/s.c/01)

Comments

Tinggalkan Balasan