Walau e-KTP Dilakukan, 31 Juta Penduduk Belum Masuk DPT

Gedung KPU

Sentralerita|Jakarta~Sebanyak 31 juta penduduk Indonesia yang belum masuk daftar pemilih tetap ( DPT), padahal sudah melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP).

Sebelumnya, KPU telah menetapkan DPT mencapai 187 juta jiwa. Namun, itu diperbaiki dan kembali ditetapkan sebagai DPTHP (DPT hasil perbaikan) pada Minggu (16/9). Jumlahnya sedikit berkurang daripada DPT yang telah ditetapkan. Akan tetapi KPU kembali membuka peluang dilakukan perbaikan selama 60 hari atau 16 November 2018.

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrullah mengatakan, 31 juta pemilih yang tak masuk dalam DPT adalah jumlah warga yang sudah merekam data untuk e-KTP tapi belum ada di dalam DPT. Angka ini diketahui setelah Dukcapil Kemendagri melakukan analisis data pasca penetapan DPT oleh KPU pada 5 September 2018 lalu.

Langkah analisisnya, data Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) yang telah diserahkan pada 15 Desember 2017 itu berjumlah sekitar 196 juta data. Kemudian disandingkan dengan DPT yang telah ditetapkan yakni sekitar 187 juta data. Ternyata hanya 160 juta data saja yang selaras, dengan demikian ada sekitar 31 juta data yang tak selaras.

“Analisis ini dilakukan karena kita punya data base kepedudukan yang aktif, yang tiap 6 bulan diperbaiki, maka Kemendagri menyandingkan DPT dengan DP4 yang 196 juta itu. Yang sinkron 160 juta. Yang tidak sinkron ada 31 juta,” kata Zudan.

Dia menegaskan, pihaknya tidak menyelundupkan data pemilih karena memang tak ada penambahan data pemilih, melainkan hanya ada data yang tak sinkron antara DP4 dan DPT.(SB/M.c/01).

Comments

Tinggalkan Balasan