Refleksi 10 Tahun Labusel: Pembangunan Belum Merata Dirasakan Masyarakat

para nara sumber dialog-refleksi 10 tahun kabupaten Labusel, diantaranya Rajap Pasaribu

Sentralberita|Medan~Dialog Publik- Refeleksi 10 tahun Kabupaten Labuhan Batu Selatan yang digagas tokoh- tokoh pemekaran bersama kominitas ormas, IPON, IPK,PP,KNPI,  Sabtu malam, 29 september 2018 lalu  di kota Pinang.

Sebagai salah satu pembicara Dr.Drs.H.Abdul Rajap Pasaribu menyampaikan  maksud refeleksi 10 tahun untuk melihat menyeluruh pembangunan Kabupaten Labusel mengacu pada rencana program pembangunan jangka pendek,menengah dan jangka panjang, mana yang harus menjadi skala prioritas sihinga sejauhmana pembangunan yang bisa dirasakan masyarakat Labusel.

Abdul Rajap  menyampaikan, selain pembangunan infrastruktur perlu juga membangun sumber daya manusia Labusel, bagaimana menciptakan Lapangan perkerjaan untuk putra-putri Labusel yang terdidik atau istilah sekarang pengangguran intelektual.

Narasumber lainnya  H.Edimin, H.zainal Harahap,Muhsmmad Uunus S.sos, Ari awibowo yang dipandu Jaffar Sidik  mengungkap,  history dari pemekaran untuk pemerataan pembangunan dengan 10 tahun pemekaran bahwa pembangunan Labusel memang ada tapi belum merata dirasakan oleh masyarakat karena masih ada ketimpangan.

Sutan As Hasibuan,ST,SH yang g juga sebagai pengamat pembangunan dan ketua Forum Pembangun Generasi Muda Sumatera utara yang hadir dalam acara tersebut ketika dimintai pendapatnya mengatakan,  pemerintah Labusel yang mendapat mandat dari rakyat untuk mengelola anggaran dalam pelaksanaan pengelolaan anggaran harus berlandaskan atau memperhatikan prinsip serta azas mamfaat,prioritas dan perinsip azas keadilan.

“10 tahun umur labusel dengan lima kecamatan dan 54 desa seharusnya harus terlaksana pemeratan pembangaun yang g dirasakan masyarakat,  sehingga kedepannya bisa bersaing dengan daerah daerah maju lainnya,”ujarnya. (SB/01/SASH).

Comments