Pihak Rumah Sakit di Medan Kecewa Terhadap Komisi B DPRD Medan

Sejumlah undangan di komisi B DPRD Medan kecewa. RDP batal karena tak satu pun anggota dewan hadir, Kamis (18/10/2018)

sentralberita|Medan~Sejumlah undangan dari pihak Rumah Sakit (RS) di Medan pantas saja kecewa terhadap kinerja anggota DPRD Medan yang duduk di Komisi B. Betapa tidak, kehadiran mereka di ruang komisi untuk menghadiri RDP dinyatakan batal, Kamis (18/10/2018), karena tak satu pun anggota dewan di komisi B yang hadir.

“Seharusnya kalau rapatnya batal, adalah pemberitahuan sebelumnya, telephonkan bisa. Ini kami sudah datang, baru dikasih tau rapat batal alasan anggota dewan tugas luar. Kayak mana nya ini,” cetus salah seorang undangan dengan nada kecewa.

Disebutkan salah satu perwakilan pihak rumah sakit, mereka hadir atas undangan DPRD Medan untuk RDP. Mereka sudah meluangkan waktunya demi undangan dewan. Tapi mereka mengaku kecewa karena RDP batal hanya karena anggota dewan tak hadir.

Sementara itu, staf komisi B DPRD Medan, Samsir Simamora kepada para undangan pihak Rumah Sakit menjelaskan, RDP batal karena anggota dewan sedang tugas luar. “Maaf lah bu, karena sebelumnya tidak kami khabari pembatalannya,” uja Samsir.

Sebagaimana diketahui, surat undangan Komisi B DPRD Medan, tgl 12 Oktober 2018 terkait rapat lanjutan pembahasan pasien Unregister Rumah Sakit selaku provider BPJS Kesehatan. Dalam surat undangan dijadwalkan hadir RDP Kamis (18/10/2018) pukul 10.00 wib di ruang komisi B.

Berdasarkan surat undangan dimaksud, pihak yang diundang seperti Kacab BPJS Kesehatan Medan, RS Pirngadi Medan, RS Bina Kasih, RS Delima, RS Bhayangkari, RS Mitra Medica, RS Imelda, RS Royal Prima dan RS Bunda Thamrin.

Seperti diketahui, anggota dewan di Komisi B DPRD Medan, Rajudin Sagala (Ketua/ PKS), Edward Hutabarat (Wakil Ketua/PDIP), Bangkit Sitepu (Sekretaris/Hanura), HT Bahrumsyah (anggota/PAN), Surianto (anggota/Gerindra), Herri Zulkarnaen Hutajulu (anggota/Demokrat), Jumadi (anggota/PKS), Deni Maluna (angota/Nasdem) dan T Eswin (anggota/Golkar). (SB/01)

 

Comments

Tinggalkan Balasan