Ini Penjelasan Penangkapan dan Pembakan Tersangka Tindak Pidana Terorisme di Tanjungbalai

Sentralberita|Medan~Terduga teroris yang berada  pada rumah kontrakan di Jalan Al Ikhlas kelurahan beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai, yang  telah tewas oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Kamis (18/10/2018) kemarin,  ini penjelasan resminya dari Polda Sumatera Utara.

Kabid Humas Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menejelaskan, pada saat dilakukan pembuntutan oleh penyidik, tersangka HSM tiba tiba menghampiri petugas dan melakukan penyerangan dengan menggunakan pisau.

Petugas kemudian memberikan peringatan tembakan ke udara, dan kedua tersangka HSM dan  kedua tersanga RA melarikan diri.

Pada saat kedua tersangka melarikan diri ke pemukiman warga, ditemukan sebanyak 4 buah bom pipa rakitan oleh warga setempat, dan mereka pun melaporkannya kepada petugas.

Berdasarkan informasi, bahwa kedua tersangka bersembunyi di WC umum, petugas kemudian mendekati WC umum tersebut dan mendobraknya, mendadak kedua tersangka melakukan perlawanan terhadap petugas dengan menggunakan senjata api dan bom rakitan, kemudian anggota melakukan tindakan tegas dan terukur yang menyebabkan kedua tersangka meninggal dunia.

Adapun  barang bukti yang diamankan 5 buah bom pipa rakitan ,1 buah pisau, 1 senjata api, 2 butir peluru kaliber 9mm. Barang bukti di rumah tersangka RA, 3 rompi, 7 kontainer (tabung) berisi misiu, Serbuk serbuk dalam toples
Gotri besi, paku, ekas kamar mandi / ruang rahasia tempat pembuatan, perakitan dan percobaan bom

Menurut Tatan, kedua tersangka merupakan jaringan teroris JAD. Keduanya dikenakan pasal 15 Jo pasal 7 dan atau pasal 15 Jo pasal 9 atau pasal 13 a UU nomor 5 tahun 2018 tentang perubahan atas UU nomor 15 tahun 2003 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. (SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan