Faisal “Forsu” Sebut Sugiat Santoso Aktor Dibalik Kasus Menimpanya

sentralberita|Medan~Ahmad Faisal Nasution,alias Faisal Forsu mengecam putusan satu tahun penjara yang dijatuhkan hakim kepadanya.Ia menuding Wakil Ketua Partai  Gerindra Sumut Sugiat Santoso yang merupakan aktor ” player ” yang melakukan pressure ( tekanan ) kepada hakim sehingga dirinya dinyatakan bersalah dan dihukum satu tahun penjara.

“Jadi saya bilang yang melakukan tekanan – tekanan ini pressure – pressure ini sehingga saya dihukum adalah Wakil Ketua Partai Gerindra Sumut Sugiat Santoso.Jadi tak ada hubungannya dengan Plpres jangan dikait – kaitkan”,teriak Faisal didampingi ibu,isteri,keluarga dan pendukungnya,usai menjalani sidang pembacaan vonis di ruang Cakra 6,Pengadilan Negeri ( PN ) Medan,diketuai majelis hakim Gosen Butar – Butar,Kamis (18/10).

Terdakwa Faisal yang tampak sangat emosional  juga menegaskan akan membuat perlawanan terhadap putusan tersebut karena dirinya merasa tidak bersalah.

“Inilah dia penegakan hukum kita,saya cuma mengeluarkan pendapat,menyuarakan kebenaran,saya tidak terima ini,saya akan melaporkan hakim ke Komisi Yudisial ( KY ), melaporkan Jaksa ke Jaksa Pengawas,ini tidak adil”,teriak Faisal dan mendapat sambutan riuh dari puluhan pendukungnya yang mengawalnya menuju sel tahanan PN Medan.

Selain itu Faisal juga sempat berteriak tentang sikap kritisnya terkait PDAM Tirtanadi yang menurutnya ada indikasi korupsi,sehingga ia mendapat perlawanan dan dibungkam dengan mempersoalkan cuitannya di media sosial beberapa bulan lalu.

“Ini semua karena mereka gerah dan takut terbongkar kebobrokannya,saya sudah adukan mereka ini ke istana,dan sejumlah lembaga penegak hukum”,teriak Faisal dengan lantang.

Sebelumnya juga Faisal sempat mempersoalkan soal penangguhan penahanan yang dimohonkannya ke Kejari Medan namun tak dikabulkan,juga tak terlepas dari intervensi Sugiat Santoso.

Sedangkan keluarganya,yang terdiri dari ibu,isteri dan anaknya juga tampak tak henti berteriak dan menjerit mengecam putusan hakim tersebut,diikuti sejumlah pendukung yang memperlihatkan sejumlah tulisan poster berisi kecaman kepada Jaksa dan hakim.

Bahkan ibu terdakwa yang memakai kursi roda,usai mengantar anaknya Faisal Forsu ke sel tahanan nyaris pingsan dan sempat jatuh.

“Saya tidak terima anak saya dihukum satu tahun,anak saya tidak bersalah,bebaskan anak saya,bebaskan “,histeris ibu Faisal,yang akhirnya dipapah dan menaiki kursi roda meninggalkan Gedung PN Medan.

Dalam amar putusannya, hakim menyebutkan terdakwa Ahmad Faisal Nasution terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 45 ayat (3 ) UU RI no.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( ITE ),berupa pencemaran nama baik.

“Terdakwa terbukti bersalah mendistribusikan dan mentransmisikan tulisan penghinaan bermuatan asusila dan pencemaran nama baik,sebagaimana diatur dalam pasal 27  ayat 3 KUHPidana tentang pencemaran nama baik”,menghukum oleh karenanya terdakwa Ahmad Faisal Nasution dengan hukuman satu tahun penjara”,ujar  hakim.

Sebelumnya,Jaksa Penuntut Umum ( JPU )  Nurainun Siregar dalam nota tuntutan sebelumnya menuntut terdakwa agar majelis hakim menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara.

Dalam surat dakwaan JPU disebutkan,terdakwa Ahmad Faisal Nasution pada 16 Nopember 2017 lalu membuat suatu tulisan,yang dapat diakses melalui sosial media,yang bermuatan asusila dan pencemaran nama baik terhadap seorang petinggi PDAM Tirtanadi bernama Febby,sehingga nama baiknya tercemar dan mengadukan kasus tersebut ke Polrestabes Medan.( SB/FS ).

Comments

Tinggalkan Balasan