Dituduh Biang Bencana, Belasan Waria Mengadu ke Kesbangpolinmas Tebingtinggi

waria berkumpul dan mengadu ke Kesbangpolinmas

Sentralberita | Tebingtinggi~Merasa diintimidasi oleh salah satu ormas yang menuding keberadaan mereka sebagai salah satu penyebab segala bencana yang selama ini terjadi, belasan waria mendatangi kantor Kesbangpolinmas di Jalan Gunung Leuser Kota Tebingtinggi, Kamis siang ini (18/10) dan diterima Kabid Sosbud-Agama dan Kesmas,Farida diruang kerjanya, Kamis (18/10).

Kepada Farida,perwakilan kelompok waria Tesa dan Oca menyampaikan sikap protesnya terkait aksi sweeping dan menyudutkan yang dilakukan salah satu Ormas kepada komunitas waria pada Senin malam,7-10-2018 dikawasan Jl. M. Yamin Kota Tebingtinggi.

Menurut Tesa tudingan yang dilancarkan salah seorang oknum anggota ormas tersebut yang menyatakan komunitasnya sangat tidak beralasan,apalagi keberadaan kaumnya di Kota Tebingtinggi dianggap sebagai penyebab bencana.

“Malam itu seorang rekan kami,Icha berteduh sembari menunggu teman,ketika itu kelompok ormas bermobil datang,seorang oknum menuding,kalau kami penyebab bencana,seperti di Sulawesi.”kata Tessa

“Bukan hanya itu,dimedsos aksi sweeping yang dishare melalui akun FB Ananda Putra berdampak aksi perkusi terhadap para waria,”sambungnya.

“Komentar nitizen atas status Video itu sangat menyudutkan kami,padahal kami bekerja mencari nafkah halal.”tegas Tesa

Tesa yang didampingi Oca menjelaskanbahwa keberadaan waria di Tebingtinggi memiliki pekerjaan tetap dalam berbagai keahlian seperti,penyanyi,peran sebagai ikon hantu,tata rias,bisnis saloon dan dunia entertaiment.

“Kami juga asset negara yang meminta agar lebih dimanusiakan,jangan asal tuduh,kami juga memiliki keluarga,kami mencari nafkah dengan berbagai bakat yang kami miliki .”Ujar Tessa

Memiliki dua anak,menjadi bukti Tessa berjibaku dalam mencari pekerjaan halal.Persoalan LGBT dan lainnya,Tessa bersama Ocha mengaku tidak perduli atas persepsi itu.

“Saya punya istri dan dua anak,begitu juga mereka punya keluarga,kami menjual jasa keahlian.”ungkapnya.

Selayaknya,pemerintah dapat membantu mengkaryakan keahlian yang dimiliki komunitas ini sebagai langkah meningkatkan perekonomian warga.

Sisi lain,kelompok itu meminta kepada pihak Kepolisian dan elemen terkait untuk menjadi mediator dengan Ormas dimaksud.

“Kita meminta agar lembaga formal di Tebingtinggi menjadi mediasi pertemuan dengan Ormas itu,tujuannya mencari titik untuk saling menghargai sebagai warga Negara Indonesia umumnya,Kota Tebingtinggi khususnya.”pinta Tess

Kabid Wasnas &Ket Ekonomi,Agustinus Samosir saat berkumpul bersama komunitas waria menjelaskan,pihak Kesbangpolinmas siap menjadi mediator dengan Ormas dimaksud.

“Kita siap menjadi pihak pendengar,andai sesson mediasi dengan ormas itu digelar,soal pelaporan keberatan atas dugaan perkusi,itu merupakan domain Kepolisian.”tegas Agustinus (SB/imran).

Comments

Tinggalkan Balasan