Ternyata Ini Alasan Aipda SP Lakukan Penistaan Agama di Jejaring Sosial

Mendekan di penjara, karena melakukan unsur penghinaan agama

sentralberita|Asahan~Aipda SP sudah mendekam dalam sel tahanan Polres Asahan hampir sepekan lamanya. Oknum polisi yang bertugas di Sat Sabhara Polres Asahan itu secara nyata dan terang terangan melakukan perbuatan penistaan terhadap agama Islam dengan tulisan yang diunggah pada akun jejaring sosial facebook miliknya sendiri.

Akhirnnya, Penyidik pun menjeratnya dengan pasal 45a ayat (2) dari UU.RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU.RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi electronik jo pasal 28 ayat (2) UU.RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, dan atau dapat dijerat dengan pasal 16 jo pasal 4 pada huruf (b) angka (1) UU.RI nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis .

Serta pada KUH Pidana pasal 156a, dan oknum tersebut dapat diancam dengan hukuman penjara selama 6 tahun serta dalam sidang kode etik pada internal Kepolisian yang bersangkutan dapat diajukan untuk di Pecat Dengan Tidak Hormat (PTDH).

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Asahan AKBP.Yemi Mandagi,SIK melalui Waka Polres Asahan Kompol B.Panjaitan saat konferensi pers di halaman mapolres Asahan mengatakan Polres Asahan telah menetapkan Aipda SP menjadi tersangka terkait postingan yang mengandung unsur penistaan terhadap salah satu agama.

“tulisan ujaran kebencian tersebut diunggah dalam jejaring sosial miliknya dan penetapan tersangka tersebut setelah tim penyidik melakukan dan memeriksa saksi saksi yang terdiri dari ahli bahasa dan ahli agama,” ujarnya.

Lebih lanjut Waka Polres Asahan Kompol B.Panjaitan mengatakan terhadap Aipda SP terancam dengan pidana penjara selama enam tahun, dan ditambah lagi oknum tersebut diajukan untuk di Pecat Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari kedinasan di jajaran Kepolisian Republik Indonesia.

“Alasan oknum Aipda “SP” mengunggah postingan tersebut berawal adanya ujaran kebencian pada agama yang dipeluk Aipda “SP” yang diposting oleh sesorang pada dinding akun fb nya, dan hal tersebut yang membuat dan mendorong Aipda “SP” untuk membalasnya namun Aipda “SP” mengunggah tulisan balasan tersebut bukan pada dinding orang lain , melainkan di unggah pada dinding akun jejaring sosila miliknya,” terang Wakapolres.

Namun beberpa saat kemudian Aipda “SP”menghapus tulisan tersebut dan tersangka oknum Aipda “SP” juga menulis permohan maaf dengan alasan akun fbnya sedang di hack oleh orang lain.

“akan tetapi postingan awal sudah terekam oleh facebooker lainnya dan hal ini selanjutnya menjadi permasalahan yang berujung pada penindakan hukum terhadap Aipda “SP”,” sebut Wakapolres.

“Saat ini terhadap tersangka sudah dijebloskan kedalam tahanan umum di Mapolres Asahan dan penyidik sedang mempersiapkan pemberkasannya untuk diajukan kepada Jaksa Penuntut Umum,” pungkasnya. (SB/01)

Comments