Sidang Lanjutan Dugaan Penganiayaan Hadirkan Saksi Anak Korban Dan Terdakwa

sentralberita|Medan ~Sidang lanjutan dugaan penganiayaan terdakwa  Anita Triana S.Pd (45) bersama suaminya, Habibulloh S Harahap alias Habib (45) warga Jln SM Raja Binjai di Pengadilan Negeri (PN) Medan,Kamis 13/9) menghadirkan dua saksi masing – masing Bunga Liat Elseria Sirait ( anak. korban ) dan Tamara Atika Harahap ( anak  terdakwa ).

Saksi Bunga dihadapan majelis hakim diketuai Deson Togatorop tampak emosional dalam memberikan keterangan.

“Ya.yang mulia saya melihat sendiri ayah saya dipukul oleh terdakwa yang dari Perbakin ini ( Habibulloh) pakai tangan kirinya dan mengenai bagian wajah sebelah kanan ayah saya”sebut Bunga.

Awalnya lanjut Bunga,pada saat kejadian di Jalan Nibung Raya terjadi kemacetan panjang.Pada saat itu terdakwa Habibulloh keluar dari mobilnya dan marah – marah meminta mobil korban supaya bergerak maju.

Namun Bunga yang mengemudikan mobil tidak terima dan menjawab,kalau bapak mau cepat dari atas saja,bapak kan bisa lihat sendiri macet.

Memdengar jawaban Bunga terdakwa tidak terima dan memukul dua kali bagian mobil kami,tegas Bunga.

Kemudian Korban Amster Sirait keluar dari mobil dqn menemui terdakwa.Dan terjadilah pemukulqn oleh terdakwa

“Saya juga turun dan berusaha mempoto kejadian itu,tapi saya juga dijambak oleh terdakwa Anita dan dipukul,sehingga HP saya terjatuh”,papar Bunga.

Sementara itu kesaksian Tamara Atika Harahap diahadapan hakim membenarkan ibunya menjambak korban.”Ibu saya hanya membalas perbuatan korban sebelumnya yang menjambak kerudung dan memukul ibu saya,jadi itu hanya spontanitas aja yang mulia,ujar Tqmara.

Tamara juga menegaskan ibunya juga sudah melaporkan Bunga ke.Polresta.Medan dan saat ini sedang dalqm proses.Hal itu dibenarkan Kuasa hukum terdakwa Lukman Nasution dan Riko Simanjuntak.”iya benar kita juga melaporkan perbuatan mereka di Polres saat ini sedang dproses,ujar Lukman .

Berdamai

Usai sidang kedua pihak menyatakan ingin berdamai dqn sedang diupayakqn.”Benar kita mau damai,hanya tinggal proses,kita kan perlu mufakat dulu bang sama keluarga,ujar isteri korban yang meruaakqn Jaksa Kejatisu.

Dalam dakwaan sebelumnya ,Pasangan suami istri (pasutri) ini didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho telah melakukan pengeroyokan terhadap pengacara, Amister Sirait dan putrinya, Bunga Liat Elseria Sirait hingga menyebabkan luka lembam di sekujur wajah mereka.

Bermula pada Minggu tanggal 10 Juni 2018 sekira pukul 15.42 WIB, terdakwa Habib yang saat itu mengenakan baju perbakin sedang mengendarai mobil miliknya bersama-sama dengan istrinya, Anita serta kedua putri mereka yakni Tamara Atikah Harahap dan Arvina Arafah Harahap, melintas di Jln Nibung, Medan.

“Saat di lokasi, mobil yang dikendarai terdakwa Habib hendak berbelok ke arah kanan jalan. Namun, saat itu, lalulintas jalan padat dan macet. Karena macet total, Habib turun dari mobil untuk mengatur lalulintas,” kata JPU dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Deson Togatorop.

Ketika itu, Habib mendatangi mobil yang ditumpangi oleh korban Amister Sirait bersama-sama istrinya, Ratna Erni Wati dan dua putri mereka yakni Bunga Liat Elseria Sirait dan Hotnida Masni Natasya Sirait.

Lalu, terdakwa Habib memukul mobil yang ditumpangi keluarga Amister sambil berkata “cepat-cepat”. Karena lalu lintas macet total dan mobil yang dikemudikan oleh Hotnida tidak bisa sama sekali bergerak, dia berkata kepada Habib “Sabarlah bang, macet ini”.

Namun, Habib memukul kembali mobil yang dikendarai Hotnida dengan kuat. Melihat hal tersebut, Amister yang posisinya duduk di depan langsung turun dari dalam mobil dan terlibat percakapan dengan Habib.

“Bagaimana mau cepat bang, kan macet,” kata Amister. “Kau nantang saya ?,” ucap Habib. Melihat marah-marah dengan suara tinggi kepada Amister, Bunga langsung memfoto-foto Habib menggunakan kamera HP miliknya.

“Kemudian, istri Habib, Anita Triana bersama dengan kedua putri mereka yakni Tamara Atikah Harahap dan Arvina Arafah Harahap mendekati Bunga dan langsung marah-marah. (SB/FS).

Comments

Tinggalkan Balasan