Rumah Konstituen Gelar FGD Konflik Agraria Bersama Prodi Sosiologi Agama UIN-SU

sentralberita|Medan~Rumah Konstituen akan menggelar diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion) membahas konflik agraria di Sumatera Utara.

Kegiatan yang didukung oleh Prodi Sosiologi Agama Fak. Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) ini akan digelar di Kembar Cafe kawasan jalan Sakti Lubis Medan, besok, Minggu (30/9/2018).

Direktur Eksekutif Rumah Konstituen, Eko Marhaendy, menjelaskan, dipilihnya Prodi Sosiologi Agama UIN-SU sebagai mitra kerja karena pertimbangan bahwa persoalan konflik agraria tidak melulu diakibatkan oleh biasnya penafsiran terhadap undang-undang pokok agraria, tapi dalam banyak kasus, sering pula diseret-seret ke wilayah SARA. “UUPA itu kan hanya sebuah payung hukum. Lepas apakah posisinya sudah atau belum dianggap mapan menjawab problematika agraria yang terjadi hari ini, ada sejumlah ‘konflik penguasaan lahan’ di Sumatera Utara yang sering dihubung-hubungkan dengan agama,” jelas Eko, di sekretariat Rumah Konstituen, jalan SM Raja Medan, Sabtu (29/9/2018).

“Alasan itu yang membuat kami merasa perlu menggandeng Prodi Sosiologi Agama untuk mendorong rumusan solusi bagi permasalahan agraria dari perspektif sosiologis,” tambah Eko lagi.

Ketua Prodi Sosiologi Agama UIN-SU sendiri, Dr. Irwansyah, M.Ag., akan terlibat sebagai “pemantik diskusi” (narasumber) dalam FGD tersebut.

Selain itu, dilibatkan pula pakar hukum agraria, Dwades Tampubolon, yang cukup berpengalaman sebagai advokat dalam berbagai kasus sengketa agraria di Sumatera Utara.

Eko berharap, FGD ini dapat melahirkan ide-ide cerdas untuk merumuskan solusi yang dapat direkomendasikan kepada para pemangku kepentingan. Itu sebabnya FGD ini akan melibatkan partisipan dari berbagai kalangan, terutama kelompok-kelompok yang bersentuhan langsung dengan permasalahan di lapangan. (SB/Diur)

Comments