Pemimpin Dunia Belasungkawa Atas Gempa Bumi dan Tsunami Melanda Palu dan Donggala

Sentralberita|Jakarta~Sejumlah pemimpin dunia berbelasungkawa atas bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Mulai dari Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Korea Selatan Moon Jae-inpura, Presiden Sing Halimah Yacob serta Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengucapkan rasa keprihatinan.

“Rusia berbagi kesedihan dengan rakyat Indonesia yang ramah dan bersimpati kepada korban dan keluarga korban, serta mendukung agar proses pemulihan kota berlangsung cepat,” kata Putin seperti dilihat detikcom di situs pemerintah Rusia, Minggu (30/9/2018).

Ucapan duka cita juga datang dari Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Dia berharap pencarian korban lancar.

“Saya sangat berharap kegiatan pencarian dan penyelamatan korban hilang dapat terlaksana dengan lancar. Semoga masyarakat Indonesia diberikan ketabahan untuk bangkit dari kesedihan dan semoga situasi di Indonesia cepat pulih,” papar Moon Jae-in dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom.

Presiden Singapura Halimah Yacob juga mengucapkan hal serupa. Halimah menyebut pemerintah Singapura siap memberikan bantuan kepada para korban di Palu dan Donggala.

“Pikiran kita bersama rakyat Indonesia selama periode yang sulit ini. Singapura siap menawarkan bantuan apa pun untuk upaya pemulihan yang sedang berlangsung,” terang Halimah seperti dilansir Channel News Asia.

Para pemimpin negara dari Asia Barat juga bersimpati atas musibah yang menimpa warga Palu dan Donggala. Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan dan Perdana Menteri Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum mengirim pesan belasungkawa langsung ke Presiden Jokowi.

Bahkan, Sekjen PBB Antonio Guterres juga ikut bersimpati. Dia mengaku merasakan kesedihan yang sama seperti yang dirasakan korban dan keluarga korban.

“Sekretaris Jenderal sangat sedih dengan kerusakan dan korban jiwa yang mengerikan dan luka-luka yang disebabkan oleh gempa bumi pada Jumat, 28 September, di Sulawesi Tengah. Sekretaris Jenderal menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan kepada pemerintah Indonesia,” kata Antonio melalui Juru bicara sekretaris jenderal PBB, Stephane Dujarric, seperti dilansir Sputniknews.(SB/dik.c/01)

Comments