Pelatihan Manajemen Informasi Olahraga KONI Medan, Apa Kata Nara Sumber…?

Wartawan Olahraga foto bersama dengan nara sumber sakiruddin dari Perpani Sumut, Sabtu ,22 September (Foto/SB/01)

Sentralberita|Medan~Pelatihan Manajemen Informasi Olahraga KONI Medan dilaksanakan sehari di Grand Kenaya Hotel Medan, Sabtu (22/9/2018). Kegiatan yang diikuti 40 orang wartawan olahraga itu dibuka Ketua KONI Medan Eddy Sibarani dengan menghadirkan nara sumber Ketua SIWO Pusat Raja Parlindungan Pane, Sakiruddin SE,MM dari Perpani Sumut dan Jinter Simanjuntak seorang atlet karate yang berhasil mendulang perunggu pada Asian Games 2018.

Dalam sambutannya Eddy menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan bidang Kehumasan KONI Medan ini sebagai upaya bagi wartawan untuk memahami dan mendalami cabang-cabang olahraga yang pada akhirnya memberikan manfaat yang cukup besar bagi perkembangan olahraga dan prestasi atlet.

“Seingat saya sudah tujuh kali setiap tahunnya dilaksanakan dengan tema-tema yang berbeda, dengan itu memberikan arah yang positif dalam pemberitaan di media,”ujarnya seraya mengaku tidak alergi pemberitaan yang mengkritik jika tujuannya bagi pengembangan olahraga di kota Medan.

Optimis Lolos PON

Sementara itu Sakiruddin menyampaikan, bahwa cabang olahraga Panahan sudah dua kali PON tak lolos. Namun mendatang ini pihak pengurus Perpani Sumut bertekad bisa lolos ke PON dengan segala kegiatan yang dilakukan saat ini.

Kegiatan yang dilakukan selain membangun kerjasama dengan perkebunan, dan terus melakukan pembinaan ke Pencab-Pengcab yang hingga saat ini sudah 17 Pengcab dari 12 sebelumnya, juga dibuat sirkuit yang dan setiap tiga bulan dilakukan pelatihan.

Selain itu, klub-klub panahan sudah banyak. “Tiga tahun ini ini kita terus melakukan sosialisasi,”ujar Sakiruddin.

Sambil menyampaikan sejarah perkembangan olahraga panahan yang berasal dari Inggris, 100 tahun yang lalu olahraga tersebut digunakan sebagai alat untuk mempertahankan diri. Di Indonesia dikembangkan Hamingkubuwono sebagai ketua Perpani.

Peran Media

Pembicara lain, Jintar Simanjuntak peraih medali perunggu dari cabang karate pada Asian Games 2018, mengungkankan pengalamannya sebagai atlet yang sudah cukup lama dan berbagai suka duka yang dialaminya.

Bagunya, peran media sangat penting yang bisa menimbulkan animo bagi masyarakat dan bisa mengangkat pestasi atlet dan perokonomian. Seperti Asian Games baru-baru ini, pemberitaan media massa yang cukup tinggi, animo masyarakat untuk menonton dan berlanja cukup tinggi, sehingga kehabisan tiket masuk dan antrian membeli maskot Asian Games.

“Secara pribadi saya sampaikan, peran media terhadap karir saya cukup besar, sehingga saya bisa mendapat perhatian yang cukup besar pula dari berbagai kalangan,”ujarnya seraya dia menceritakan secara sistematis pengalamannya terhadap media bagi dirinya.

Jintar pun mengaku yang terakhir sebagai atlet meski usianya tiga puluhan, namun ada regulasi yang membatasi. Mendatang ini mengabdikan diri sebagai pelatih dan akan mendirikan klub.

“Saya menjadi pelatih saja dengan harapan agar muncul anak didik yang berprestasi, sebagai regenerasi yang lebih baik dari saya,”ujarnya.

Kepada wartawan olahraga yang menulis berita-berita olahraga harus mengusai cabor olahraga, sehingga ketika wawancara memahami dan nyambung.

Meliput Multi Event

Raja Parlindungan Pane dengan materi, “Tantangan Seorang Jurnalis Olahraga Meliput Multi Event” menceritakan pengalamannnya baik dalam event nasional maupun internasional. Menurut ketua SIWO PWI ini diperlukan sebuah stategi agar peluputan dapat optimal.

Pembagian tugas dan kerja sama tim yang baik dengan perencanaan yang matang sebelum melakukan peliputan terutama event internasioanl. Misalnya menyiapkan nomor kontak pelatih, official dan kuasai rule of the game cabor yang dipertandingkan, termasuk menyiapkan perlengkapan liputan dan usahakan datang lebih awal ke event yang ingin diliput. (SB/Husni L)

Comments