Pasangan Mesum Jadi Begu Ganjang

Sentralberita|Medan~Rumah beringkat dua di Medan Marelan itu sudah lama kosong, karena pemiliknya tidak berada di daerah itu lagi. Rumah itu rencananya akan disewakan kepada siapa saja yang mau.

Rumah itu tidak terlalu besar dan terlalu mewah, cukup sederhana,  walaupun rumah itu disewakan, tentunya tidaklah terlalu mahal, masih hitungan jutaan rupiah pertahunnya.

Sejak ditinggal kosong pemiliknya, sudah banyak orang yang datang berhasrat menyewa rumah itu. Siapa saja yang berminat dapat menghubungi pemilik rumah lewat Hp yang tercatat di depan rumah itu atau juga bisa melalui tetangga sebelah.

Banyak yang datang tentunya dan bahkan sudah sempat melihat ke dalam kondisi rumah itu, tetapi begitupun sering pula, orang yang datang tersebut tidak kembali lagi mengkonfirmasi tentang keputusannya untuk menyewa rumah itu.

Tidak tahun persis kenapa seringkali orang yang telah melihat kondisi dalam rumah itu, lalu tidak berhasrat lagi kembali untuk yang kedua kalinya. Tidak tahu apakah karena factor sewanya, atau ada sesuatu yang lain, sehingga mementahkan keinginan orang yang datang itu untuk menyewa rumah tersebut.

Menurut tetangga di daerah itu, rumah tersebut sudah cukup lama kosong, bahkan sampai 3-4 tahun. Setiap kali orang datang setiap kali itu juga gagal melakukan transaksi sewa menyewa.

Pemilik rumah sebenarnya sudah pasrah, dan rumahpun dibiarkan begitu saja tanpa ada perawatan, seperti mencatnya dengan indah, atau membersihkan pekarangan halamannya., atau sesekali membuka pintu dan jendela rumah agar masuknya cahaya, sehingga terjadi sirkulasi udara di dalam rumah itu.

Masyarakat di sekitar lingkungan itu selama ini sudah merasa adanya keanehan yang terjadi di dalam rumah itu. Sebab sesekali terutama pada malam hari sepertinya rumah tersebut ada penghuninya, ada terdengar seperti suara memasak gorengan, ada juga sesekali terdengar suara seperti orang yang lagi mencuci piring, dan berbagai suara aneh yang terdengar di dalam rumah itu.

Padahal samsekali tidak ada makhluk manusia yang menghuni rumah itu. Rumah yang telah lama kosong itu sering jadi bahan pembicaraan orang-orang yang tinggal di daerah itu, karena sering terjadi keanehan di rumah itu pada malam harinya. Terutama anak-anak pada malam harinya jarang yang berani melintas di depan rumah itu. Ada rasa ketakutan bagi anak-anak untuk melintas di depan rumah itu.

Meski rumah itu terdengar seram bagi masyarakata di daerah itu, tetapi sesekali ada saja orang yang datang untuk menyewa rumah itu. Suatu hari, sepasang anak manusia juga datang ke tempat itu menanyakan kepada tetangga sebelah dimana pemilik rumah itu. Mereka berhasrat untuk menyewa rumah tersebut, karena keduanya juga telah lama mencari-cari rumah sewaan.

Tetangga sebelah yang dipercaya pemilik rumah, tentu tidak menyia-nyiakan peluang itu, disamping telah dijanjikan untuk mendapat fee dari sewa rumah seperti yang yang dijanjikan pemilik rumah, juga akan merasa lega, karena rumah tersebut tentunya akan ada yang menghuninya, sehingga dapat menghilangkan rasa seram pada malam harinya.

Entah bagaimana, pasangan itu menetapkan pilihannya untuk menyewa rumah tersebut, setelah dilihatnya beberapa hari sebelumnya. Pasangan ini langsung membayar panjar untuk rumah tersebut, sekian ratus juta rupia, lalu begitu barang bawaannya masuk ke rumah itu, maka sejumlah kekurangan telah dilunasinya.

Memang barang bawaan pasangan itu tidak terlalu banyak, hanya ada pakaian sebanyak tas tentengan, dan tempat tidur, bersama satu unit sepedamotor bebek. Sedangkan peralatan masak seperti piring dan sebagainya tidak terlihat.

Rumah yang sudah berpenghuni itu tentunya membuat di daerah itu sedikit agak ramai, rumah mulai terang pada malam hari, tetangga-tetangga di sekitar itu sedikit agak legah, dan anak-anak tidak begitu lagi merasa takut melintas di depan rumah itu.

Penghuni rumah itu sebenarnya tidaklah memiliki hubungan yang diikat dengan perkawinan yang sah menurut agama. Mereka boleh dibilang hidup secara kumpul kebo.

Lelaki yang sehari-hari berprofesi sebagai wartawan di salah satu surat kabar harian di Medan itu sebenarnya telah lama menjalin hubungan asmara dengan cewek yang sedikit agak centil itu. Perkenalan mereka semula berawal dari pertemuan lewat facebook.

Hubungan mereka sebenarnya sudah terjalin hampir setahun,sehingga mereka memutuskan untuk menyewa rumah sehingga bisa lebih nyaman dan bisa lebih leluasa untuk bertemu.

Lelaki yang telah beristri dan memiliki empat anak itu bagaikan tidak dapat lagi melupakan sosok wanita sebut saja namanya Yenni (bukan nama sebenarnya) yang merupakan pasangan selingkuhannya.

Hampir setiap hari mereka melakukan pertemuan baik di café maupun di tempat hiburan lain, bahkan tak jarang juga wanita itu dibawa ikut memancing yang merupakan hobbinya lelaki tersebut.

Suatu malam Jumat kiliwon mereka sudah sepakat untuk tidur bersama di rumah yang telah mereka sewa, dan tentunya lelaki ini sudah bertekad tidak akan pulang lagi ke rumah istrinya yang sah. Mereka berdua sampai ke rumah itu sudah lewat tengah malam, setelah sekian lama mengelingi kota Medan.

Malam itu mereka memang melakukan hubungan badan, tetapi kali ini mereka merasakan hal yang aneh. Betapa tidak, lelaki yang gemar kumpul kebo itu seolah merasa pasangan intimnya itu berubah seperti begu ganjang, sementara perempuan yang bernama Yenni itu juga mnerasakan sepereti berhubungan badan dengan genderuwo. Akhirnya mereka sama-sama terkejut, dan seketika saja melepaskan hubungan badan itu.

Holan, sebut saja begitu nama lelaki itu pada malam itu memang merasa kaget, dan menceritakan hal yang dialaminya kepada kekasih gelapnya itu bahwa dia baru saja merasakan seperti berhubungan badan dengan begu ganjang, dan begitu juga sang wanita juga menceritakan seperti merasakan berhubungan badan dengan genderuwo.

Menurut Holoan, begu ganjang itu matanya merah dan sorotannya tajam, alismatanya tebal, begitu juga bibirnya merah seperti berselemak darah, sedangkan wajahnya biru kehitam-hitaman, dan rambutnya keriting panjang hingga mencapai pinggang.

Sedangkan genderuwo, menurut pengakuan Yenni, berbadan tegap dan penuh dengan bulu baik kaki, tangan maupun dadanya, matanya merah dengan sorotan yang tajam, mukanya biru kehitam-hitaman.

Pada malam itu mereka benar-benar terkejut, dan akhirnya sepakat untuk keluar dari rumah  pada malam itu juga, yang akhir menginap di salah satu hotel melati yang ada di Padangbulan Medan.

Memang selama ini mereka juga melihat sepintas bagaikan ada penampakan di dalam rumah itu, tetapi sekedar penampakan mereka tidak begitu terlalu menghiraukannya. Kegundahan seperti itu hanya diatasi dengan membawa teman-teman perempuannya ke rumah itu sehingga suasana rumah sedikit agak ramai.

Holoan mengaku bahwa setelah kejadian aneh saat melakukan hubungan badan itu merasakan bahwa alat kelaminnya tidak hidup lagi, dan hampir dua tahun merasakannya, walaupun dibawa berobat kepada orang-orang pintar. Istri sahnya juga sering menemaninya untuk berobat kepada orang pintar, namun hasilnya tidak ada perubahan.

Suatu hari Holoan bertemu dengan seorang pintar di salah satu kantin yang ada di Jalan Sutomo Medan, sehingga dilakukanlah pengobatan, dan akhir memberi kesembuhan total bagi Holoan.

Holoan mengakui bahwa selama ini dirinya merasa dipelet oleh wanita pasangan selingkuhannya, sehingga tidak jarang begitu banyak menghabiskan uangnya. Baik untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari wanita itu, bahkan sampai membelikan sepeda motor wanita itu.

Pokoknya sudah banyak kalilah uangku habis buat cewek yang tak begitu cantik itu,”cerita Holoan, lelaki beranak keembar itu, baru-baru ini.

Kini kehidupan Holoan sudah jauh berubah, sering shalat ke masjid, dan mendengarkan ceramah-ceramah agama.
Menurut orang pintar yang mengobati Holoan, selama ini dirinya telah dipelet oleh Yenni, sehingga tanpa sadar mau saja mengeluarkan seberapa saja uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Alhamdulillah aku sudah bisa berubah, dahulu kalau mendengar suara azan saja aku bisa marah. Tetapi sekarang sudah berubah, dan istriku juga mengatakan aku sudah sembuh dari penyakitku.

Holoan kini tidak pernah lagi meninggalkan salat, dan setiap kali mendengar suara azan semua pekerjaan ditinggalkannya, dan setiap Senin Kamis, lelaki yang telah berusia 40 tahun itu senantiasa mengerjaan ibadah puasa sunat.(SB/rasyid)

Comments

Tinggalkan Balasan