Karena Tak Membersihkan Kelas, Seorang Oknum Guru Aniaya Sisiwinya Hingga Luka

Yuli Sabbrina Koto yang di dampingi orang tuanya yang  mengalami luka robek di bagian daguk bawah

sentralberita| Tebing- tinggi~Seorang siswi di ( SMA ) Negeri 3 di Kota TebingtInggi,yang masih duduk di bangku kelas 12 IPS 4 bernama Yuli Sabbrina Koto (17) ,warga Jalan Taman Bahagia,Kelurahan Tanjung Marulak Hilir Kota Tebingtinggi,Kamis pagi (13/9) sekitar pukul 07;30 Wib. Yuli Sabbrina Koto menjadi korban kekerasan yang di lakukan oleh Oknum guru wali kelasnya sendiri, gara-gara korban terlambat tak membersihkan ruangan kelas.

”Ceritanya,Pagi itu sekitar pukul 07;00 Wib, korban berangkat dari rumahnya menujuh kesekolah SMA N 3,tepatnya di Jalan Yos Sudarso.Kelurahan Lalang,Kecamatan Rambutan kota Tebingtinggi,di mana sekolah tersebut tempat korban seperti biasanya untuk menuntun ilmu.

Setiba di sekolah, korban yang merasa terlambat   langsung berlari masuk ke dalam ruangan kelas. Saat hendak mau masuk kedalam ruangan kelas,ternyata  sudah di tunggu di depan pintu kelas oleh oknum guru yang sering di panggil bapak DB, yang juga mengajar di bidang mata pelajaran PKN,dan juga sebagai guru wali kelas korban.

Karena  terlambat datang dan tidak membersihkan ruangan kelas, guru  melelaku kekerasan terhadap siswinya. Tanpa banyak tanya,  oknum guru tersebut langsung menendang ember yang berisikan air dan juga gagang kain pel yang ada di depan korban, sehinggga gagang kain pel yang berada di dalam ember tersebut mencelat mengenai wajah korban,sehingga mengalami luka robek di bagian daguk bawah sebelah kiri wajah korban.

setelah korbanya mengalami luka robek dan mengeluarkan banyak darah,guru tersebut langsung meninggalkan korban tanpa ada bantuan apa pun dari oknum guru tersebut.dengan keadaan berdarah yang di alami korban,korban pun tetap terus mengikuti mata pelajaran sampai selesai.

Setelah selesai mengikuti mata pelajaran, korban langsung pulang kerumahnya,sesampai di rumah orang tua korban terkejut melihat kondisi anaknya yang penuh darah di baju seragam sekolahnya. Orangtuanya bertanya, korban menceritakan kepada orang tuanya kalau dirinya di perlakukan kasar oleh guru, karena terlambat dan tak membersihkan ruangan lokal,takut melihat kondisi anaknya banyak mengeluarkan darah,orang tua korban langsung membawak korban ke rumah sakit terdekat untuk berobat.

Ketika di konfirmasi awak media di rumah korban,orang tua korban Nina mengatakan, sangat kecewa dan tidak terima kalau anaknya menjadi korban kekerasan yang di lakukan oleh oknum guru SMA N 3 Tebingtinggi.

Karena, menurut orangtua korban, sampai saat ini tidak ada satu pun guru, baik itu kepala sekolah SMA N 3 yang datang untuk menjenguk anaknya ,bahkan bukan kali ini saja anak saya menjadi kekerasaan yang di lakukan oleh oknum guru SMA N 3 tersebut.

Sewaktu di kelas 11 anak saya, katanya,  pernah menjadi korban kekerasan di tampar karena membawa HANDPHONE oleh oknum guru tersebut. Apa lagi mengenai unag sekolah, anak saya dapat bantuan dari pemerintah berupa uang,belum sampai ketangan kami uang tersebut sudah di potong langsung oleh oknum guru dengan alasan untuk membayar uang sekolah.kesalnya Nina sambil menangis.

Ditempat terpisah, saat di konfirmasi awak media,kepala sekolah SAM N 3 Kota Tebingtinggi,Albert Napitupulu mengatakan,atas adanya kejadian ini dirinya tidak tau menahu,sebab tidak ada satu pun guru yang menyampaikan kepada saya mengenai murid yang di prilakukan kasar oleh guru disini.

“Saya baru tau kejadian ini setelah orang tua korban datang kesekolah dan menceritakan kalau anaknya di perlakukan kasar oleh guru wali kelasnya sendiri, jadi untuk menindak lanjunti kejadian ini kita tuguh saja besok, sebab guru tersebut sudah pulang.” Albert Napitupulu.

“Apa bila kasus ini tidak di selesaikan dari pihak sekolah, maka kami orang tua korban akan menindak lanjuti ke pada pihak yang berwajib,agar untuk kedepanya jangan lagi terulang kembali ke pada anak kami dan juga kepada orang lain,”terang Nina ibu korban.(SB / imran).

 

 

Comments